Kamis, 11 Februari 2021 14:04

Dijuluki Manusia Ular karena Kelainan Genetik, Bocah Ini Ganti Kulit Setiap Bulan

Fathul Khair Akmal
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Dijuluki Manusia Ular karena Kelainan Genetik, Bocah Ini Ganti Kulit Setiap Bulan

Kondisi langka yang dialmi oleh bocah bernama Jagannath itu disebut dengan lamellar ichthyosis. Hal itu membuat kulit beregenerasi terlalu cepat, mudah kering, bahkan mudah luruh.

RAKYATKU.COM - Seorang bocah 10 tahun di India dijuluki sebagai "manusia ular", karena memiliki kondisi langka yang terjadi pada kulitnya seperti ular, yang berganti kulit dalam periode waktu tertentu.

Kondisi langka yang dialmi oleh bocah bernama Jagannath itu disebut dengan lamellar ichthyosis. Hal itu membuat kulit beregenerasi terlalu cepat, mudah kering, bahkan mudah luruh.

Dalam kasus yang dialami oleh Jagannath, kelainan yang dialaminya bisa dibilang yang terparah. Kulitnya berganti setiap empat sampai enam minggu sekali. Benar-benar kondisi kulit yang menyerupai ular. Akibatnya, Jagannath harus mengoleskan cairan pelembab kulit untuk meredakan gejalanya.

Baca Juga : Seorang Suami Bawa Kabur Mayat Istrinya yang Meninggal karena Covid-19

Dapat dilihat dari penampakan bocah dari Ganjam, India Timur itu, bahwa kulitnya benar-benar kering dan mengelupas, bahkan sangat menyerupai sisik ular. Kulitnya menjadi sangat kencang sehingga membuatnya sulit untuk berjalan dengan baik.

Akibatnya dia harus menggunakan tongkat untuk membantunya berjalan dan menggerakkan bagian tubuhnya yang lain.

 

Mengutip NHS, Daily Metro melaporkan bahwa lamellar ichthyosis merupakan kelainan genetik. Artinya kondisi tersebut muncul akibat warisan genetik dari orangtuanya dikutip dari keepo.me.

Baca Juga : Lupa Matikan Kamera saat Kuliah Online, Pasangan Mahasiswa Ini "Ditonton" Lagi Berhubungan Seks

Anak yang menderita lamellar ichthyosis dapat dilihat gejalanya di periode awal tumbuh kembangnya atau ketika dia baru dilahirkan.

Sponsored by MGID

Warisan gen yang rusak itu memengaruhi laju regenerasi kulit, baik itu regenerasi menjadi sangat lambat maupun menjadi sangat cepat. Hal itulah yang membuat kondisi kulit Jagannath menjadi bersisik.

"Sayangnya, sampai saat ini belum ada obat untuk mengatasi kondisi kulit Jagannath. Selain itu ayahnya, Prabhakar Pradhan, yang bekerja sebagai buruh di sawah, tidak mampu membayar biaya perawatan putranya.

Baca Juga : Perut Wanita Ini Dibelah, Dokter Kaget Temukan 69 Rantai, 80 Anting, dan 11 Cincin

"Putraku telah menderita penyakit ini sejak kecil, dan tidak ada obat untuk itu. Saya tidak punya cukup uang untuk membawanya berobat dan hati saya hancur melihatnya menderita penyakit kutukan ini setiap hari," ujar Prabhakar.

"Penyakit ini tidak dapat diobati, meskipun beberapa dokter mengatakan ada obatnya," kata seorang dokter kulit di distrik India, yang tidak ingin disebutkan namanya.

Sponsored by advertnative
 
#manusia ular #viral #Unik