Selasa, 09 Februari 2021 15:16
Hasnah Syam.
Editor : Nur Hidayat Said

RAKYATKU.COM, BARRU - Anggota DPR RI, Hasnah Syam, terus berupaya menyuarakan aspirasi rakyat di daerah pemilihannya agar terdengar di Senayan.

 

Istri dari Bupati Barru, Suardi Saleh ini, selalu hadir dan aktif mengikuti rapat pembahasan dalam kewenangannya selaku Senator.

Seperti yang dilakukan saat rapat via daring, tokoh perempuan Sulsel yang akrab disapa Bu Dokter ini, serius mengikuti materi tentang program dan kegiatan Kemenkes RI 2021 bersama Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, Selasa (9/2/2021) pagi.

Baca Juga : Sekda Barru Emosional Lepas Jenazah Hasnah Syam, Pj Gubernur Sulsel Pimpin Pemakaman

"Menurut kami, salah satu kegagalan menangani pandemi adalah kurangnya keseimbangan anggaran tracing dan testing, lebih banyak ke pengobatan dan penanganan. Padahal, lebih baik mencegah daripada mengobati," kata Hasnah mengingatkan filosofi kesehatan kepada peserta rapat khususnya ke jajaran Kementerian Kesehatan RI.

 

Dia secara detail dan cermat membacakan data global seperti di India, yang berhasil menekan grafik pandemi COVID-19 karena melakukan tracing dan testing dalam skala besar.

Di samping itu, Hasnah sebagai istri Bupati Barru memegang jabatan ex officio sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Barru ini, berkesempatan menanggapi harapan Menteri Kesehatan yang secara nasional berharap agar Tim Penggerak PKK berperan aktif bersama menangani pandemi.

Baca Juga : Ribuan Warga dan Tokoh Sambut Jenazah Hasnah Syam di Rumah Duka

"Alhamdulillah, merespons pernyataan Menkes beberapa kesempatan lalu, mengenai peran PKK dalam menekan kasus COVID-19, kami sampaikan selaku Ketua TP-PKK Kabupaten Barru, kami selama ini telah aktif membantu pemerintah dalam menekan angka COVID-19. Di antaranya melalui pengadaan masker dan mendistribusikannya kepada semua lapisan masyarakat, edukasi 3 M, rapid test dan swab test PCR pada kaum perempuan, serta banyak kegiatan lainnya," lugas Ketua Tim Penggerak PKK Barru sejak 2017 ini.

Saran ini, mengingat bahwa PKK merupakan organisasi yang tidak memiliki sumber dana, maka diharapkan Menkes mempertimbangkan untuk penguatan peran TP-PKK di daerah.

Terakhir, Bu Dokter memberikan masukan untuk mempertimbangkan tenaga kesehatan (nakes) dan non-nakes yang terlibat mendapatkan perhatian baik dari sisi insentif maupun reward.

Baca Juga : Jenazah Hasnah Syam Disambut Ribuan Warga Saat Tiba di Barru

Hal ini mengingat bahwa nakes merupakan garda terdepan dan paling beresiko, dan sesuai pengamatan Hasnah Syam sebagai Anggota Komisi IX yang membidangi kesehatan sekaligus berlatar belakang medis dan sempat menduduki Kadis Kesehatan Barru.

Penulis : Achmad Afandy