Rabu, 03 Februari 2021 13:14

"Santai Saja, Dok, Jangan Gemetar" Bupati Wajo sebelum Disuntik Vaksin COVID-19

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Vaksinasi perdana COVID-19 di Kabupaten Wajo, dimulai di Puskesmas Salewange, Kecamatan Tempe, hari ini, Rabu (3/2/2021).
Vaksinasi perdana COVID-19 di Kabupaten Wajo, dimulai di Puskesmas Salewange, Kecamatan Tempe, hari ini, Rabu (3/2/2021).

Usai divaksin, Amran Mahmud mengatakan, vaksinasi adalah upaya pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

RAKYATKU.COM, WAJO - Vaksinasi perdana COVID-19 di Kabupaten Wajo, dimulai di Puskesmas Salewange, Kecamatan Tempe, hari ini, Rabu (3/2/2021).

Bupati Wajo, Amran Mahmud, jadi orang pertama yang disuntik vaksin. Sebelum disuntik, Amran Mahmud lebih dahulu melakukan pendaftaran dan menjalani screening sebelum menjalani vaksin.

Susana tegang sempat terlihat saat bupati telah berada meja III, namun ketegangan tersebut mencair saat bupati meminta dokter yang akan menyuntiknya untuk tidak tegang.

Baca Juga : Pelatihan Berbasis Kompetensi BLK Wajo, Bupati Dorong Pekerja Terus Update Skill

"Santai saja, Dok, jangan gemetar," canda Amran Mahmud sambil tertawa sebelum jarung suntik masuk di lengannya.

Usai divaksin, Amran Mahmud mengatakan, vaksinasi adalah upaya pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

"Selain upaya masif yang telah kita lakukan berupa penegakan aturan protokol kesehatan, vaksinasi ini juga adalah upaya kita menekan dan memutus penyebaran COVID-19 di Wajo," kata Amran Mahmud.

Baca Juga : Serahkan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD, Bupati Wajo Singgung Raihan WTP

Pada pencanangan vaksinasi COVID-19 di Wajo, Amran Mahmud juga meminta masyarakat tidak mudah percaya dengan berita-berita hoaks yang beredar.

Sponsored by MGID

"Saya menjadi orang pertama divaksin hari ini, untuk memperlihatkan dan meyakinkan masyarakat jika vaksin ini aman, halal, dan tidak berbahaya," beber Amran Mahmud. (adv)

Penulis : Abd Rasyid. MS
#pemkab wajo #Vaksin Covid-19 #vaksinasi covid-19