Kamis, 28 Januari 2021 23:57

Amerika Serikat Serukan Penyelidikan Internasional tentang Asal-usul COVID-19

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Joe Biden. (Foto: The New York Times)
Joe Biden. (Foto: The New York Times)

Awal bulan ini, tim pakar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tiba di Wuhan, Tiongkok, untuk memulai penyelidikan asal-usul COVID-19.

RAKYATKU.COM - Pemerintah Amerika Serikat (AS) di bawah Presiden Joe Biden menyerukan penyelidikan internasional tentang asal-usul COVID-19 di Tiongkok.

Pemerintahan Biden melontarkan niatnya untuk mengevaluasi kredibilitas laporan-laporan yang muncul soal asal-usul COVID-19.

Dilansir AFP, Kamis (28/1/2021), juru bicara Gedung Putih, Jen Psaki, menuturkan kepada wartawan setempat bahwa penting untuk menyelidiki bagaimana COVID-19 muncul dan menyebar ke seluruh dunia.

Baca Juga : Virus Corona Varian Baru Muncul di Rusia, Lebih Menular Dibanding Delta

Psaki juga menyoroti kekhawatiran besar terhadap informasi keliru dari beberapa sumber di Tiongkok.

Pandemi COVID-19 telah menewaskan lebih dari dua juta orang dan menginfeksi puluhan juta orang di seluruh dunia, serta menghantam perekonomian global sejak pertama terdeteksi di Wuhan, Tiongkok, setahun lalu.

 

Awal bulan ini, tim pakar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tiba di Wuhan, Tiongkok, untuk memulai penyelidikan asal-usul virus mematikan ini.

Baca Juga : Benarkah Jokowi-Ma'ruf Sukses Atasi Pandemi Covid-19? Begini Menurut Pengamat

Otoritas Tiongkok berargumen meskipun Wuhan menjadi lokasi pertama terdeteksinya virus, belum tentu wilayah itu menjadi asalnya.

Sponsored by MGID

Para pakar setuju penyakit itu berasal dari hewan dan secara khusus memfokuskan pada pasar di Wuhan yang menjual hewan hidup.

Eks Presiden AS, Donald Trump, diketahui mendukung teori konspirasi yang menyebut virus Corona berasal dari laboratorium milik Institut Virologi Wuhan. Tuduhan itu ditolak secara tegas oleh China

Baca Juga : Percaya Vaksin COVID-19 Berbahaya, Pria Ini Bunuh Kakak, Kakak Ipar, dan Teman Ibunya

Dalam pernyataan kepada wartawan pada Rabu (27/1/2021) waktu setempat, Psaki menegaskan AS mencurahkan sumber daya yang signifikan untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi.

"Akan mengambil informasi yang dikumpulkan dan dianalisis oleh komunitas intelijen kami," kata Psaki.

Ditambahkan Psaki, AS juga akan bekerja bersama sekutu-sekutunya untuk mengevaluasi kredibilitas dari tiap laporan yang muncul dari luar.

Baca Juga : Vatic Kembangkan Alat Tes COVID-19 Berbasis Air Liur, Pengujiannya Sangat Akurat

Tidak hanya itu, menurut Psaki, pemerintahan Biden juga berniat untuk meningkatkan staf di lapangan di Beijing, yang membalikkan langkah dari pemerintahan sebelumnya.

Sponsored by advertnative
 
#Covid-19 #Amerika Serikat #Tiongkok