Sabtu, 23 Januari 2021 20:53

Anggarannya Rp6,8 Miliar, Baru-Baru Selesai Jalan Beton di Wajo Sudah Retak

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Jalan beton yang retak padahal baru-baru selesai dikerjakan.
Jalan beton yang retak padahal baru-baru selesai dikerjakan.

Proyek peningkatan jalan Ujung Kessi-Macero menelan anggaran Rp6.845.255.000. Bersumber dari bantuan keuangan Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2020.

RAKYATKU.COM,WAJO - Anggaran Rp6,8 miliar sangat besar. Seharusnya jalan beton yang dihasilkan berkualitas. Namun, coba tengok ruas jalan Lowa/Ujung Kessi-Macero.

Proyek tersebut belum lama selesai dikerjakan. Namun, jalan yang menghubungkan Kecamatan Tanasitolo dan Kecamatan Belawa itu sudah rusak. Tampak retakan di sejumlah titik.

Padahal, proyek itu sudah melalui tahap Provisional Hand Over (PHO) atau serah terima sementara pekerjaan.

Baca Juga : Rumah Panggung di Wajo Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp300 Juta

"Harus diperiksa spesifikasi dan masa campuran untuk pengerjaan jalan tersebut. Jangan sampai ada main mata antara pemegang proyek dan pihak yang terkait. Saya harap wajib peninjauan kembali pengerjaan jalan tersebut," tegas Sekretaris LSM Progress Sulsel, Arwan D Awing.

Proyek peningkatan jalan Lowa/Ujung Kessi-Macero menelan anggaran Rp6.845.255.000. Bersumber dari bantuan keuangan Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2020. Volume pekerjaan 1,594 meter x 5 meter.

Proyek jalan beton tersebut dikerjakan PT Putra Delapan Delapan.

Baca Juga : Dandim 1406/Wajo Cek Kesiapan Pembangunan Jalan TMMD

Direktur PT Putra Delapan Delapan, Junwar yang dikonfirmasi terkait buruknya kualitas jalan beton itu, enggan berbicara banyak.

"Sudah ada dari Pak Kadis untuk segera dibenahi," katanya singkat, Sabtu (23/1/2021).

Baca Juga : BRI Peduli, Berbagi Sembako ke Panti Asuhan di Wajo


"Dan akan dilakukan injeksi," lanjutnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan Kabupaten Wajo, Andi Pameneri mengaku sudah memerintahkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) menyampaikan kepada rekanan untuk membenahi kerusakan itu. Sebab, proyek itu masih dalam tahap pemeliharaan.

Menurut dia, masa pemeliharaan bangunan permanen adalah enam bulan sejak Provisional Hand Over. Dia berharap kerusakan itu segera ditindaklanjuti rekanan sebagai pihak yang bertanggung jawab.

Baca Juga : Anjing Gila Menyerang, Dua Warga Jadi Korban

PPK, Ikmawan mengaku sudah menginstruksikan kepada pelaksana proyek agar melakukan pemeliharaan. Jalan betok yang retak akan diinjeksi.

Ikmawan yang sedang dalam perjalanan ke Mamuju saat dihubungi Sabtu (23/1/2021) mengatakan, jalan tersebut akan dikerjakan Senin.

 

Penulis : Abd Rasyid. MS
#wajo