Sabtu, 23 Januari 2021 19:22

Perannya Tak Disorot, Srikandi Cantik TNI AL Pertaruhkan Nyawa untuk Korban Gempa Sulbar

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Letda Laut (S/W) Dita Ayu Wardani. (Foto: Dispen Penerangan)
Letda Laut (S/W) Dita Ayu Wardani. (Foto: Dispen Penerangan)

Ancaman terkena baling-baling helikopter dan empasan mesin helikopter mengancam nyawa mereka setiap saat.

RAKYATKU.COM - Parkir tidak hanya identik dengan kendaraan roda dua atau empat. Di kapal rumah sakit terapung KRI dr Suharso-990, ada petugas yang mengatur lalu lalang pesawat terbang (helikopter). 

Petugas khusus ini layaknya "tukang parkir". Memberikan isyarat dengan gerakan tangan, memberi kode ke pilot, dan memberikan arahan posisi parkir pesawat dengan benar.

Tukang parkir elite ini tidak hanya punya keahlian khusus, tetapi juga mempertaruhkan nyawa mereka. Ancaman terkena baling-baling helikopter dan empasan mesin helikopter mengancam nyawa mereka setiap saat.

Srikandi TNI AL tersebut adalah flying deck officer Letda Laut (S/W) Dita Ayu Wardani. Sehari-hari dia bertugas sebagai Kadeplog di KRI dr. Suharso -990.

Baca Juga : Kunjungan ke Lantamal Vl, Pangkoarmada RI: Jauhi Gaya Hidup Hedon

Dia terlihat tenang dan elegan saat memandu memarkirkan helikopter ke atas kapal yang dikenal dengan sebutan rumah sakit terapung di perairan Mamuju, Sulawesi Barat.

Peran Letda Laut (S/W) Dita Ayu Wardani Titha inilah yang dinilai amat penting dalam memberi akses dan sistem lalu lalang helikopter di atas KRI medis tersebut.

"Setelah Kasal Laksamana TNI Yudo Margono memerintahkan agar TNI AL membentuk satgas bencana untuk gempa Sulbar. Kami pun turut bergabung dalam satgas tersebut dan langsung bergerak melakukan kegiatan misi kemanusiaan sampai mendapatkan perintah lebih lanjut," ujarnya di atas KRI dr Suharso-990, Sabtu (23/1/2021).

Sebagai petugas parkir helikopter, istilah resminya Ground Marshall (GM), Dita biasanya akan berdiri tegak di sebuah titik dan memberikan aba-aba visual ke pilot.



Penumpang mudah mengenalinya dengan seragam khusus dan tangannya tidak akan berhenti bergerak ketika ada helikopter terbang. Selain komunikasi dengan ATC, pilot juga harus berhubungan dengan Pelda Rohmanto dan sejawatnya setiap hendak parkir helikopter.

Meski terlihat ringan, sejatinya profesi Titha juga berisiko. Termasuk dari ancaman angin dan benda yang terbang di sapu baling-baling helikopter.

Jika salah dalam memarkirkan helikopter, bisa berakibat fatal. Oleh karena itu, yang ditugaskan untuk menjadi juru parkir juga harus punya keahlian khusus. Bahkan, harus melalui jenjang pendidikan khusus.

Meski tak tampak, peran Dita Ayu Wardani dalam misi kemanusiaan di gempa Sulbar cukup besar. Helikopter yang dipandunya inilah yang berhasil menempuh daerah terisolasi dan medan yang tak terjangkau kendaraan roda dua dan empat.

#gempa sulbar #TNI AL