Kamis, 21 Januari 2021 16:02

Indonesia Tekor Rp1.000 Triliun Lebih Akibat COVID-19

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Menteri Bappenas, Suharso Monoarfa, mengatakan berdasarkan hitungan instansinya dan sudah dikonfirmasi oleh Badan Pusat Statistik, setidaknya ada 24 juta tenaga kerja yang kehilangan minimal separuh jam kerja.

RAKYATKU.COM - Kementerian Perencanaan Pembangunan/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PP/Bappenas) mengungkapkan COVID-19 menjadikan banyak masyarakat kehilangan jam kerja dan penghasilan.

Menteri Bappenas, Suharso Monoarfa, mengatakan berdasarkan hitungan instansinya dan sudah dikonfirmasi oleh Badan Pusat Statistik, setidaknya ada 24 juta tenaga kerja yang kehilangan minimal separuh jam kerja.

“Kalau tenaga kerja bekerja selama 40 jam per minggu, dia kehilangan 20 jam. Akibatnya, dari sektor pariwisata dan industri saja sekitar Rp360 triliun penghasilan yang hilang,” kata Suharso dalam diskusi virtual, Kamis (21/1/2021).

Baca Juga : Inilah Keppres Penetapan Berakhirnya Status Pandemi Covid-19 di Indonesia

Suharso menjelaskan, total penghasilan tersebut terdiri atas 18 juta manufaktur dan 12 juta pariwisata. Belum lagi sektor lainnya.

“Lalu industry impact dan indirect impact itu sudah mendekati Rp1.000 triliun. Ini menjelaskan bahwa daya beli berkurang. Dan GDP (gross domestic product/produk domestik bruto) kita sebagian besar adalah konsumsi rumah tangga,” bebernya.

Itulah sebabnya pemulihan ekonomi menjadi sangat penting selain mengatasi pandemi. Suharso menuturkan bahwa rencana kerja pemerintah 2021 adalah pemulihan ekonomi dan reformasi sosial.

Baca Juga : Pemerintah Resmi Cabut Status Pandemi Covid-19, Beralih Jadi Endemi

Pemulihan ekonomi berkaitan dengan pandemi sedangkan reformasi sosial mengarah pada kesehatan, mengatasi bencana bukan hanya alam tapi juga nonalam, dan pendidikan dalam situasi yang sudah berubah.

Sumber: Bisnis

#Covid-19 Indonesia #Covid-19