Senin, 18 Januari 2021 19:30

Mayoritas Rakyat AS Ingin Trump Lengser Sebelum Akhir Masa Jabatan

Fathul Khair Akmal
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Istimewa
Istimewa

Survei tersebut dilakukan bersamaan saat DPR melakukan pemungutan suara untuk pemakzulan Trump yang kedua kalinya.

RAKYATKU.COM - Presiden Amerika Serikat Donal Trump akan meninggalkan jabatannya dengan tingkat penerimaan terendah rakyat Amerika, menurut sebuah survei baru CNN yang dilaksanakan SSRS, di mana lebih banyak warga Amerika yang mendukung dia segera lengser.

Mayoritas sebanyak 54 persen mengatakan Trump seharusnya dicopot dari jabatannya sebelum 20 Januari karena terlibat dalam kerusuhan Capitol pada 6 Januari lalu, dengan menghasut pendukungnya menyerbu Gedung Parlemen AS itu.

Masa jabatan Trump akan habis pada 20 Januari. Di tanggal itu, Presiden terpilih Joe Biden dan wakil presiden terpilih Kamala Harris akan dilantik.

Baca Juga : Dibuka Presiden Amerika Joe Biden, Danny Wakili Indonesia Pada Forum Demokrasi Internasional

Angka tersebut lebih besar dari survei saat pemakzulan Trump pada 2019 atau awal 2020, seperti dikutip dari CNN, Senin (18/1).

Hampir semua Demokrat (93 persen) mendukung pencopotan Trump dari jabatannya sebelum 20 Januari, sementara hanya 10 persen dari Partai Republik merasakan hal yang sama.

 

Survei tersebut dilakukan bersamaan saat DPR melakukan pemungutan suara untuk pemakzulan Trump yang kedua kalinya, dan tidak ada perbedaan yang signifikan dalam dukungan pencopotan Trump sebelum versus setelah pemungutan suara.

Baca Juga : Hasil Penelitian Ungkap Covid-19 Sudah Ada di China Sejak Oktober 2019

Secara keseluruhan, 34 persen warga Amerika setuju dengan cara pemerintahan Trump, turun dari 42 persen saat survei sebelum pemilihan dan satu poin di bawah poin terendah sebelumnya dalam survei CNN. Di antara partisannya, angka penerimaan Trump anjlok 14 poin sejak Oktober tapi masih positif dengan 80 persen penerimaan.

Sponsored by MGID

Sebanyak 36 persen warga Amerika menyebut serangan 6 Januari di US Capitol adalah krisis demokrasi Amerika, dan 39 persen menyebutnya masalah besar. Pandangan terhadap serangan ini terpecah oleh partai politik, kebanyakan Demokrat menyebutnya krisis (54 persen dan beberapa Republik setuju dengan serangan itu (20 persen).

Masyarakat sebagian besar menolak konspirasi teori tak berdasar di balik kerusuhan, bahwa Biden tak punya cukup legitimasi meraup banyak suara menjadi presiden: 65 persen mengatakan Biden secara sah menang, dan 58 persen percaya bahwa teori konspirasi benar dan ada bukti kuat yang mendukungnya. Tidak ada bukti bahwa pemilu itu tidak sah, juga tidak ada kecurangan yang meluas dalam penghitungan suara.

Baca Juga : Presiden AS Joe Biden Bagi-bagi 55 Juta Vaksin Covid-19, Indonesia Ikut Kebagian

Sementara itu 75 persen Republik mengatakan mereka punya sedikit kepercayaan pemilu AS mencerminkan kehendak rakyat.

Sebanyak 55 persen warga Amerika mengatakan Trump layak disalahkan terkait kerusuhan Capitol. 92 persen Demokrat menyalahkan Trump dan 13 persen Republik yang menyalahkan Trump.

Selain itu, 4 dari 10 yang mengatakan anggota parlemen dari Partai Republik yang keberatan dengan hasil pemilu 2020 pantas disalahkan yang mana hasilnya 70 persen Demokrat, 14 persen dari Republik.

Baca Juga : Biden Bakal Sumbang 500 Juta Dosis Vaksin Covid-19 ke 90 Negara

Secara keseluruhan, 76 persen responden menyalahkan para perusuh. Sedangkan yang menyalahkan kepolisian Capitol jauh lebih sedikit (26 persen).

Paling banyak responden atau 63 persen mengatakan para perusuh Capitol belum cukup dihukum. Sebanyak 85 persen Demokrat mengatakan para perusuh belum menghadapi hukuman yang memadai, sementara itu 38 persen dari Republik yang beranggapan demikian.

Sebanyak 55 persen rakyat AS menganggap masa jabatannya lebih sebagai kegagalan daripada kesuksesan, sementara 41 persen menyebutnya sukses. Sebanyak 55 persen mengatakan Trump mengubah AS menjadi lebih buruk (82 persen Demokrat, 24 persen Republik).

Baca Juga : Selain Uang Tunai dan Cuti Berbayar, Joe Biden Siapkan Hadiah Bir Gratis untuk Warga yang Mau Divaksin

Tingkat penerimaan akhir Trump tertinggal jauh di belakang pendahulunya (Barack Obama meninggalkan jabatan dengan peringkat penerimaan 60 persen pada 2017) dan berada di antara yang terburuk sejak Gallup mulai mensurvei tingkat penerimaan presiden secara rutin pada 1940-an. Lima dari 12 presiden pada waktu itu telah meninggalkan kantor dengan peringkat penerimaan di bawah 40 persen: Jimmy Carter dan Trump masing-masing di 34 persen, Harry Truman 32 persen, George W Bush 31 persen, dan Richard Nixon 24 persen sebelum mengundurkan diri.

Ekonomi tetap menjadi poin tertinggi bagi Trump di mata publik: 53 persen mengatakan mereka menyetujui cara dia menangani ekonomi. Krisis besar di tahun terakhirnya menjabat - wabah virus corona dan diskriminasi rasial - mendapat ulasan negatif yang tajam.

Hanya 34 persen menyetujui bagaimana dia menangani masalah rasialisme, dan 36 persen menyetujui bagaimana Trump menangani virus corona.

Baca Juga : Selain Uang Tunai dan Cuti Berbayar, Joe Biden Siapkan Hadiah Bir Gratis untuk Warga yang Mau Divaksin

Peringkat kesukaan terhadap Trump - secara pribadi di luar tugasnya sebagai presiden - termasuk yang terendah dalam karir politiknya. Secara keseluruhan, 33 persen mengatakan mereka memiliki pendapat yang baik tentang Trump, 64 persen tidak baik.

Tingkat kesukaan terhadap Partai Republik anjlok sejak sebelum pemilihan, dan sekitar tiga perempat orang Amerika mengatakan mereka ingin politikus Republik berhenti menganggap Trump sebagai pemimpin mereka.

Metodologi Survei

Baca Juga : Selain Uang Tunai dan Cuti Berbayar, Joe Biden Siapkan Hadiah Bir Gratis untuk Warga yang Mau Divaksin

Metodologi dan bobot untuk survei ini telah dimodifikasi dibandingkan dengan jajak pendapat CNN sebelumnya. Wawancara yang dilakukan di ponsel mencapai 75 persen dari total, naik dari 65 persen pada survei sebelumnya.

Pembobotan demografis disesuaikan untuk memperhitungkan kategori pendidikan yang lebih terpisah yang dikelompokkan berdasarkan ras, dan bobot geografis diterapkan untuk memastikan distribusi yang representatif menurut kepadatan penduduk. Selain itu, hasil dibobotkan untuk identifikasi partisan dan independen, dengan target dihitung menggunakan rata-rata jajak pendapat saat ini ditambah tiga jajak pendapat CNN baru-baru ini.

Survei CNN yang baru dilakukan oleh SSRS pada 9 hingga 14 Januari di antara sampel nasional acak dari 1.003 orang dewasa yang dihubungi melalui telepon rumah atau ponsel oleh pewawancara langsung. Hasil untuk sampel lengkap memiliki margin kesalahan pengambilan sampel plus atau minus 3,7 poin persentase.

Baca Juga : Selain Uang Tunai dan Cuti Berbayar, Joe Biden Siapkan Hadiah Bir Gratis untuk Warga yang Mau Divaksin

sumber: merdeka.com

Sponsored by advertnative
 
#Donald Trump #Joe BIden