Minggu, 17 Januari 2021 15:02

Keras Kepala Tak Percaya Corona, Pasangan Ini Sekarang Sekarat Akibat Terinfeksi Covid-19

Fathul Khair Akmal
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ilustrasi Nakes (Foto: Liputan6.com)
Ilustrasi Nakes (Foto: Liputan6.com)

Saat hasil swab test keluar, menunjukkan bahwa keduanya positif Covid-19.

RAKYATKU.COM - Seorang dokter asal Malaysia melalui akun Facebooknya, menceritakan kisah seorang pasien keras kepala yang mengaku bahwa dirinya tidak terinfeksi virus Covid-19.

Dr Malar Santhi Santherasegap berbagi cerita tentang seorang pasien wanita, yang datang ke kliniknya karena merasa kurang enak badan selama tiga hari berturut-turut.

" Ia merasa tidak enak badan namun tidak merasakan demam, batuk, ataupun flu. Ia juga tidak kehilangan indra penciuman. Apakah itu penyakit? Ia hanya merasa tidak nyaman, tidak nafus makan dan kelelahan," tulis Dr Malar dalam unggahannya.

Baca Juga : 

Dr Malar melanjutkan, pada hari ketiga ia pergi ke klinik pihak klinik sudah menyarankan pasien itu untuk melakukan swab test. Namun, sang suami mengatakan bahwa dokter hanya ingin mendapatkan keuntungan lewat tes tersebut.

Dr Malar menyebut, memang pasien itu tidak pernah melakukan kontak langsung dengan pasien positif Covid-19, sehingga sang pasien hanya diberikan obat untuk meredakan penyakitnya.

Pada hari keenam, pasien masih merasa dirinya tidak sehat dengan gejala yang sama. Tidak demam dan tidak memiliki gejala Covid-19 lain.

 

"Saat dilakukan pemeriksaan, dokter mendengar ada keanehan pada bagian paru-paru pasien. Mereka langsung melakukan rontgen dada dan melihat adanya gejala Pneumonia yang erat kaitannya dengan infeksi Covid. Namun sekali lagi, ketika dibujuk untuk melakukan pemeriksaan tes Covid, pasien malah menolak," terang Dr Malar.

Dengan lantang, sang suami mengatakan apa yang dirasakn istrinya bukan Covid-19 karena itu hanya konspirasi.

Akibat sikap keras kepala kedua pasien tersebut, kondisi kesehatannya semakin memburuk saat memasuki hari kesembilan. Setelahnya, pasien langsung dilarikan ke rumah sakit.

Napas pasien tampak cepat, pasien terlihat lelah dan kesulitan bernapas. Salutrasi oksigen pasien pun menurun hanya 94%-95%. Saat dilakukan x-ray, ditemukan pneumonia parah akibat Covid-19.

" Kali ini pasien setuju untuk dilakukan swab test. Namun, sang suami masih saja berpikir bahwa tes itu hanya untuk menagih biaya rumah sakit yang lebih mahal," tulis Dr Malar.

Saat hasil swab test keluar, menunjukkan bahwa keduanya positif Covid-19. Dokter yang melakukan perawatan pun tak terkejut melihat hasilnya.

Saat mengetahui hasil swab test positif, Dr Malar terkejut mendengar pengakuan pasien.

" Mereka berdua mengaku demam selama 10 hari, diare 10-15 kali sehari karena mengkonsumsi vitamin C berlebih. Itu sebabnya, tes ginjal darahnya menunjukkan kadar tinggi."

Setelahnya, sang istri langsung dirujuk ke rumah sakit darurat Covid-19 dengan kondisi sekarat.

" Suaminya juga positif Covid-19 dan diberi bantuan alat pernapasan. Kini keduanya sedang koma," tulis Dr Malar.

Dr Malar mengakhiri postingannya dengan mengatakan bahwa, dia berharap seorang malaikat mengunjungi pasangan itu saat mereka dalam keadaan koma untuk memberikan bimbingan kepada mereka sehingga mereka akan menerima kenyataan bahwa Covid-19 adalah pandemi yang nyata.

Ia pun berharap pasangan ini bisa memberikan kesadaran kepada masyarakat saat mereka sembuh.

Dia juga menyarankan orang lain di luar sana untuk menemui dokter dan mengikuti anjuran dokter jika memiliki gejala Covid-19.

Sumber: World of Buzz

#Covid-19