Jumat, 15 Januari 2021 17:22

Takziah di Rumah Duka Sjarifuddin Baharsjah, Mentan SYL: Kita Lanjutkan Karyanya

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Takziah di Rumah Duka Sjarifuddin Baharsjah, Mentan SYL: Kita Lanjutkan Karyanya

Mentan SYL menganggap Prof Dr Sjarifuddin Baharsjah adalah guru sekaligus orang tuanya. Karenanya, ia mengajak seluruh masyarakat pertanian Indonesia meneladani dan mendoakannya.

RAKYATKU.COM - Menteri Pertanian Kabinet Pembangunan VII, Prof Dr Sjarifuddin Baharsjah meninggal dunia, Kamis (14/1/2021) menjelang tengah malam.

Kabar ini membuat masyarakat pertanian Indonesia berduka. Termasuk Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo.

Di mata Mentan SYL, guru besar Ilmu Ekonomi Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) itu telah membangun fondasi pembangunan pertanian berkelanjutan.

Baca Juga : 

"Konsep pertanian berbasis riset sudah dirintis oleh beliau dengan didirikannya pusat-pusat penelitian. Dan ini terus kita kembangkan," ungkap Mentan SYL saat takziah di rumah duka di bilangan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat (15/1/2021).

 

Selain itu, semangat almarhum dalam membangun kebersamaan, menurut Mentan SYL, harus diteladani.

"Soal pertanian tidak bisa jalan sendiri. Karena itu, petani yang ada di desa-desa sebagai ujung tombak harus didukung dengan penguatan kelembagaannya seperti yang pernah almarhum lakukan. Ini penting, sehingga kolaborasi lintas sektoral antar kementerian, BUMN, pemda bahkan swasta menjadi keharusan," katanya.

 

Selama menjabat sebagai Menteri Pertanian, almarhum dikenal dengan gaya bekerja yang tepat dan tuntas sehingga sederet penghargaan atas capaian keberhasilan diraih. Salah satunya penghargaan bergengsi Dioscoro L Umali Achievement Award atau disebut juga Umali Award dalam bidang pertanian dari SEARCA (Southeast Asian Regional Center for Graduate Study and Research in Agriculture).

Tercatat, Prof Dr Sjarifuddin Baharsjah adalah orang Indonesia pertama yang menerima penghargaan tersebut. Ia diganjar Dioscoro L Umali Achievement Award dikarenakan dedikasi dan kontribusinya pada bidang pembangunan pertanian dan pedesaan di Indonesia.

Bahkan, di tingkat dunia, Prof Sjarifudin juga dipercaya oleh lembaga internasional sehingga sampai dua periode (1997-1999 dan 1999-2001) menjabat sebagai ketua Independen Food and Agriculture Organisation (FAO), suatu lembaga di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berkedudukan di Roma, Italia.

Mentan SYL menganggap Prof Dr Sjarifuddin Baharsjah adalah guru sekaligus orang tuanya. Karenanya, ia mengajak seluruh masyarakat pertanian Indonesia meneladani dan mendoakannya.

"Sebagai orang tua, tentu almarhum sudah meninggalkan jasa yang luar biasa bagi kita semua. Khususnya dalam bidang pertanian. Kewajiban kita sekarang adalah meneruskan dan memberikan yang terbaik bagi bangsa ini. Semoga karya, sumbangsih, dan amal ibadahnya, Allah subhanahu wata'ala balas dengan balasan yang terbaik. Ayo, kita panjatkan doa bersama," ajak SYL.

#kementan #Sjarifuddin Baharsja