Jumat, 15 Januari 2021 08:03

Cerita Ketua DPRD Sulsel yang Penyuntikan Vaksinnya Sempat Ditunda, Bisa setelah Istirahat Sejenak

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, berbincang dengan Ketua DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika Sari.
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, berbincang dengan Ketua DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika Sari.

“Alhamdulillah setelah istirahat saya tensi lagi dan ternyata sudah 129," kata Andi Ina Kartika.

RAKYATKU.COM - Pejabat tingkat Pemerintah Provinsi Sulsel telah melakukan penyuntikan vaksin COVID-19, Kamis (14/1/2021). Berlangsung di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSDK) Dadi Makassar, Jalan Lanto Dg Pasewang, Kota Makassar.

Hanya, sebagian dari mereka yang sudah ada dalam daftar, tidak divaksin atau ditunda karena beberapa hal.

Seperti Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan, Andi Ina Kartika Sari. Penyuntikan vaksin sempat tertunda karena tensi darahnya tinggi.

Baca Juga : 

“Saya diperiksa tekanan darah dan ternyata tekan darah saya 140. Tenaga medis bilang tidak bisa divaksin untuk saat itu,” ungkap Andi Ina.

Setelah dokter mengetahui kegiatan yang sebelumnya yang dilakukan Andi Ina, dokter meminta untuk istirahat di ruangan observasi sejenak dan menenangkan diri.

 

“Alhamdulillah setelah istirahat saya tensi lagi dan ternyata sudah 129. Ketika ditanya apakah sudah siap? Saya mengatakan, saya datang di sini dengan niat untuk divaksin. Insyaallah, mudah-mudahan dengan apa yang saya lakukan dan rasakan setelah vaksin ini bisa saya sampaikan kepada masyarakat Sulsel seperti apa hasilnya,” bebernya.

 

Politisi Golkar itu mengungkapkan, saat disuntik vaksin sama sekali tidak ada terasa. Ia pun berharap pandemi ini segera berlalu sehingga masyarakat dapat beraktivitas secara normal.

"Biar seperti digigit semut juga tidak terasa, dokternya juga luar biasa dalam melakukan vaksin. Mudah-mudahan semua bisa berjalan dengan baik dan semoga masyarakat Sulsel bisa terhindar dari COVID-19,” ucapnya.

Beberapa pejabat pada akhirnya batal menerima vaksin karena tidak lolos screening yang menjadi syarat sebelum penyuntikan.

Mereka yang batal divaksin, yakni Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah; Kapolda Sulsel, Irjen Pol Merdisyam; Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Sumangerukka; Kajati Sulsel, Firdaus Dewilmar; Sekda Sulsel, Abdul Hayat Gani; dan Kadinkes Sulsel, Muhammad Ichsan Mustari. 

"Ada beberapa alasan. Yang paling banyak itu karena ada keluarga serumah yang pernah menderita COVID-19 atau kontak erat dengan penderita COVID-19. Ada juga yang menjadi penyintas dan tekanan darahnya tinggi," kata Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah.

Nurdin menjelaskan bahwa menjadi penerima vaksin tidaklah boleh gegabah. Menurut dia, tiap pertanyaan yang diberikan saat screening harus dijawab dengan jujur.

"Semua kriteria harus dipenuhi. Saya berharap nanti masyarakat juga menjawab jujur saat di-screening," tuturnya.

Penulis : Syukur
#Andi Ina Kartika Sari #dprd sulsel #Vaksin Covid-19