Rabu, 13 Januari 2021 16:47

Tidak Perlu Lagi Pakai Masker setelah Disuntik Vaksin COVID-19?

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Perlu diingat bahwa vaksin tidak 100 persen efektif.

RAKYATKU.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) jadi orang pertama yang mendapat vaksin COVID-19. Vaksinasi berlangsung di Istana Negara, Rabu (13/1/2021).

Setelahnya, seluruh masyarakat akan bertahap akan melalui vaksinasi. Lalu, masih perlukah masih memakai masker setelah divaksin COVID-19?

Dengan vaksin Pfizer-BioNTech, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The New England Journal of Medicine pada Desember 2020 lalu menemukan, perlindungan tidak akan dimulai hingga 12 hari setelah suntikan pertama dan mencapai efektivitas 52 persen beberapa pekan kemudian.

Baca Juga : Gebyar Vaksin Covid-19, Pemkab Gowa Siapkan Doorprize Puluhan Sepeda Motor

Sepekan setelah vaksinasi kedua, tingkat efektivitas mencapai 95 persen. Dalam permohonan otorisasi, Moderna melaporkan tingkat perlindungan 51 persen dua pekan setelah imunisasi pertama dan 94 persen dua pekan setelah dosis kedua.

"Itu tidak 100 persen," kata Paul Offit, direktur Pusat Pendidikan Vaksin dan anggota dewan penasehat vaksin Food and Drug Administration.

"Itu berarti satu dari setiap 20 orang yang mendapatkan vaksin ini masih bisa terkena infeksi sedang hingga parah."

Baca Juga : Pria Ini Divaksinasi 90 Kali demi Jual Kartu Vaksin Palsu

Juga perlu diingat bahwa vaksin Pfizer dan Moderna tidak 100 persen efektif. Banyak komunitas riset tetap menyarankan agar berhati-hati.

Jadi, alasan melanjutkan tindakan pencegahan adalah melindungi diri sendiri. Salah satunya dengan tetap memakai masker.

Dr. Carlos del Rio dari Emory University mengatakan, tindakan pencegahan bisa melelahkan, tetapi dia mendorong semua untuk bertahan dan menjaganya.

Baca Juga : Kemenkes Angkat Bicara Soal Dosis Keempat dan Suntik Vaksin COVID-19 Tiap Tahun

"Ini tidak seperti Anda harus memakai masker selama sisa hidup Anda," katanya.

"Kamu perlu memakai topeng sampai kami memiliki datanya, dan kami berusaha mendapatkan jawaban secepat kami bisa."

#Vaksin Covid-19