Rabu, 13 Januari 2021 16:18

Polisi Belum Pastikan Pupuk Temuan KP3 Sidrap Palsu

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Pupuk diduga palsu ditemukan di salah satu kolong rumah warga di Desa Mattirotasi, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap, Senin (11/1/2021) lalu.
Pupuk diduga palsu ditemukan di salah satu kolong rumah warga di Desa Mattirotasi, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap, Senin (11/1/2021) lalu.

Dugaan pemalsuan pupuk nonsubsidi di Kabupaten Sidrap, lantaran isi atau pupuk tidak sesuai dengan standar pupuk pada umumnya.

RAKYATKU.COM, SIDRAP - Polres Sidrap masih menyelidiki terkait temuan 10 ton pupuk diduga palsu oleh Komisi pengawasan Pupuk dan Pestisida Kabupaten Sidrap.

"Masih pemeriksaan, kita mau gelar perkara dulu. Belum bisa pastikan juga pupuk ini palsu," terang AKP Benny Pornika, Kasat Reskrim Polres Sidrap, Rabu (13/1/2021).

Sebelumnya, 10 ton pupuk diduga palsu ditemukan oleh tim KP3 Sidrap. Pupuk nonsubsidi untuk pertanian dan perkebunan dalam kemasan 50 kilogram itu ditemukan salah satu kolong rumah warga di Desa Mattirotasi, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap, Senin (11/1/2021) lalu.

Baca Juga : Kerajinan Eceng Gondok Jadi Perhatian di Acara STQH Sidrap

"Benar, kami bersama tim Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida Kabupaten Sidrap telah melakukan pengecekan di lapangan dan ternyata pupuk tersebut palsu karena berbeda dengan pupuk yang umumnya beredar," kata Sudarmin, Kabag Ekonomi Sekkab Sidrap.

Dugaan pemalsuan pupuk nonsubsidi itu, kata Sudarmin, lantaran isi atau pupuk tidak sesuai dengan standar pupuk pada umumnya.

 

Sudarmin menjelaskan, pupuk jenis Phoska itu diperkirakan sudah beredar dua hingga empat ton di kalangan kelompok tani (koptan) di Kecamatan Baranti, terutama di Desa Tonrongnge.

Baca Juga : Medalinya Sama dengan Sidrap, Makassar Ditetapkan Juara Umum STQH Tingkat Provinsi Sulsel 2021

"Hasil penelusuran pada koptan binaan kita di Baranti, sudah ada petani menggunakan, terutama di Desa Tonrongnge. Perkiraan satu kontainer atau sudah ada dua hingga empat ton beredar," jelasnya.

Sponsored by MGID

Plt Kadis Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan Sidrap, Ibrahim, mengatakan pupuk diduga palsu itu menyamai pupuk Phonska yang diproduksi oleh PT Petrokimia Gresik.

Menurutnya, penggunaan pupuk diduga palsu di kalangan petani ini karena bertepatan dengan masa tanam dan usia padi yang kini jadwalnya sudah memerlukan kebutuhan pupuk.

Baca Juga : Bupati Dollah Mando Perkenalkan Wisata Paralayang di Sidrap

Di samping itu, kata dia, adanya masa tenggang waktu akhir tahun untuk pendistribusian pupuk bersubsidi dari pemerintah daerah. Sehingga dimanfaatkan orang-orang tak bertanggung jawab mengedarkan pupuk palsu.

"Ini yang harus diwaspadai oleh petani kita. Jangan pakai pupuk merk Phoska karena itu tidak sesuai standar zat kandungan rekomendasi pupuk pada umumnya," bebernya.

Beruntung, kata Ibrahim, pengakuan petani yang sudah telanjur menggunakannya itu rata-rata belum membayar distributor.

Baca Juga : Tuan Rumah STQH 2021, Pemkab Sidrap Siapkan Tiga Rumah untuk Pondokan Setiap Kafilah

"Padahal, petani mengaku membelinya murah yaitu Rp115 ribu untuk dibayar tunai persak dan Rp145 ribu persak untuk dipinjam, habis panen baru bayar," terangnya.

Ibrahim mengungkapkan harga tersebut sama dengan harga pupuk bersubdisi pada umumnya. Padahal, di kemasan pupuk palsu itu nonsubsidi.

"Kami sudah menemukan dua orang korban dari kalangan petani karena memakai pupuk palsu tersebut," ucapnya.

Sponsored by advertnative
 
Penulis : Hasrul Nawir
#pupuk palsu #sidrap #polres sidrap