Jumat, 08 Januari 2021 14:17

Muncul Seruan agar Presiden Trump Digulingkan

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Donald Trump. (Foto: Getty Images)
Donald Trump. (Foto: Getty Images)

“Meskipun hanya tersisa 13 hari, hari apa pun bisa menjadi pertunjukan horor bagi Amerika."

RAKYATKU.COM - Dua anggota paling senior kongres Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Kamis (7/1/2021) waktu setempat, menyerukan agar Presiden Donald Trump segera dicopot dari jabatannya dengan 13 hari tersisa dalam masa kepresidenannya.

Seruan itu muncul usai Trump mendesak kerumunan pendukung yang marah untuk berunjuk rasa di gedung kongres Capitol, di mana mereka menyerbu gedung itu.

"Apa yang terjadi di Capitol kemarin adalah pemberontakan melawan Amerika Serikat yang dihasut oleh presiden," kata Senator Chuck Schumer dari New York. "Satu hari lagi pun presiden ini seharusnya tidak boleh menjabat."

Baca Juga : Tunjangan Pengangguran Tinggi, Pekerja di AS Enggan Bekerja Lagi

Schumer, yang akan segera menjadi pemimpin mayoritas Senat, mengatakan cara tercepat dan paling efektif untuk menggulingkan Trump dari Gedung Putih.

Hal itu terjadi jika Wakil Presiden Mike Pence dan mayoritas anggota Kabinet Trump menggunakan Amandemen ke-25 Konstitusi AS untuk menyatakan bahwa dia tidak berdaya dan tidak dapat melanjutkan jabatannya.

 

“Itu bisa dilakukan hari ini,” kata Schumer. “Jika wakil presiden dan Kabinet menolak untuk bertindak, Kongres harus bersidang kembali untuk mendakwa presiden.”

Baca Juga : Dokumen Setebal 900 Halaman Bocor, AS yang Danai Penelitian Virus Corona di Lab Wuhan

Sejumlah anggota Kongres lainnya, termasuk Ketua DPR Nancy Pelosi, juga menyerukan agar Trump dicopot melalui penggunaan ketentuan konstitusi atau pemakzulannya untuk kedua kalinya, meskipun Presiden terpilih Joe Biden akan menjabat pada 20 Januari.

Sponsored by MGID

“Meskipun hanya tersisa 13 hari, hari apa pun bisa menjadi pertunjukan horor bagi Amerika,” kata Pelosi, seraya menyebut tindakan Trump yang memicu penyerbuan ke Capitol sebagai tindakan menghasut.

Pelosi pada konferensi pers menuding beberapa anggota Kabinet secara individu dan mempertanyakan mengapa mereka tidak mau campur tangan.

Baca Juga : Kisah Pemuda Surabaya Jadi Tentara di AS, padahal Dulu Tak Bisa Bahasa Inggris

“Apakah mereka siap untuk mengatakan selama 13 hari ke depan orang berbahaya ini dapat menyerang demokrasi kita?” kata Pelosi tentang Kabinet.

Sumber: VOA Indonesia

Sponsored by advertnative
 
#Donald Trump #Amerika Serikat