Kamis, 07 Januari 2021 21:02
Juru Bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito. (Foto: Satgas COVID-19)
Editor : Nur Hidayat Said

RAKYATKU.COM - Juru Bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito, mengatakan bahwa penularan COVID-19 yang masih tinggi akan berdampak pada program vaksinasi.

 

Wiku berujar, vaksinasi merupakan salah satu lapisan proteksi yang akan dilakukan. Selain itu, masih ada lapisan proteksi lainnya seperti penerapan memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan (3M), testing, tracing, treatment (3T), serta perilaku masyarakat yang membaik.

“Lapisan-lapisan itu adalah memperkuat kita, jadi pada saat kita melakukan vaksinasi tapi penularannya tinggi, maka akan sulit vaksinasi berjalan lancar,” kata Wiku dikutip dari Kontan, Kamis (7/1/2021).

Baca Juga : Kasus Covid-19 Indonesia Meningkat Lagi, Kini Total 6.080.451

Oleh karena itu, lanjut Wiku, penularannya harus ditekan. Penularan yang ditekan ini punya implikasi besar. Itu karena munculnya strain baru virus corona karena tingkat penularan tinggi. Hal ini yang membuat virus berusaha menyesuaikan diri.

 

Akan tetapi, jika tidak terjadi penularan, virus tidak bisa melakukan penyesuaian diri. Penerapan 3M dengan ketat dan PPKM seperti ini diharapkan dapat menekan penularan dan membuat semua kondisi terkendali. "Sehingga vaksinasi bisa berjalan dengan baik,” kata Wiku.

Wiku juga meminta aspek kesehatan dan aspek ekonomi tidak usah dikonflikkan. Sebab, investasi kesehatan adalah juga untuk investasi ekonomi.

Baca Juga : Gebyar Vaksin Covid-19, Pemkab Gowa Siapkan Doorprize Puluhan Sepeda Motor

“Investasi ekonomi membutuhkan kesehatan. Bagaimana orang yang tidak sehat bisa melakukan aktivitas ekonomi, kan tidak bisa. Jadi jangan dikonflikkan, kita bekerja sama dan ini adalah investasi awal,” ucap Wiku.