Rabu, 06 Januari 2021 21:34

Satu Lagi Dokter Makassar Gugur akibat Covid-19, Ketua IDI Kirim Pesan kepada Orang yang Meremehkannya

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Satu Lagi Dokter Makassar Gugur akibat Covid-19, Ketua IDI Kirim Pesan kepada Orang yang Meremehkannya

Kematian ini menyusul tiga dokter di Makassar yang meninggal dunia sebelum akhir tahun yakni Dr Leonard Hasudungan, Dr Robert Vincentius Philips, dan Dr Nasriyadi Nasir.

RAKYATKU.COM - Kabar duka kembali datang dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar. Salah satu dokter terbaiknya kembali gugur sebagai pahlawan kemanusiaan Covid-19, Rabu (6/1/2021).

Kabar ini, disampaikan Ketua IDI Kota Makassar Dr dr Siswanto Wahab. Didampingi Humas IDI Kota Makassar, dr Wachyudi Muchsin.

"Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun, telah berpulang ke rahmatullah senior, guru, dan rekan sejawat kami Prof dr NurAeny Malawat, di RSWS. Semoga Allah ampuni dosa-dosa beliau, diterima amal beliau dan menempatkan beliau di sisi-Nya. Amiin," katanya.

Baca Juga : Menkes Tanya Anggaran Covid-19, Menkeu Sri Mulyani Jawab: Jangan Khawatir, Masih Ada Rp131 Triliun

Kematian ini menyusul tiga dokter di Makassar yang meninggal dunia sebelum akhir tahun yakni Dr Leonard Hasudungan, Dr Robert Vincentius Philips, dan Dr Nasriyadi Nasir.

Dengan makin banyaknya dokter yang gugur, Dokter Anto --sapaan akrab Siswanto Wahab-- mengatakan masyarakat harusnya makin sadar dan tidak menganggap remeh pandemi Covid-19.

 

"IDI Kota Makassar mengimbau agar tetap waspada serta disiplin protokol kesehatan 3 M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak). Sebab Makassar masuk zona merah, sehingga kebijakan pelonggaran aktivitas bisnis, perkantoran, sosial, dan pendidikan perlu diketatkan kembali. Dengan mematuhi 3 M itu, upaya yang paling efektif dan efisien bisa kita lakukan dalam menekan laju Covid-19," terangnya.

Baca Juga : Hasil Penelitian Ungkap Covid-19 Sudah Ada di China Sejak Oktober 2019

Apalagi, saat ini, tingkat penularan Covid-19 kembali melonjak dan jumlah pasien yang membutuhkan perawatan juga semakin banyak. Belum lagi adanya varian baru virus corona atau SARS-CoV-2 yang ditemukan di Inggris lebih menular.

Dokter Anto mengatakan, penularan varian baru virus corona B117 ini, bisa mencapai 70 persen lebih berbahaya.

"Okupansi ruang isolasi di Makassar sudah di atas 85 persen dan ICU (unit perawatan intensif) di atas 80 persen. Daerah-daerah lain juga sama saja. Pasien terus bertambah. Penularannya tinggi," sebutnya.

Baca Juga : Sulsel Tidak Masuk, Ini Daftar 29 Zona Merah Covid-19 di Indonesia

Dokter Anto menjelaskan, tingginya penularan Covid-19 di Indonesia juga bisa dilihat dari data awal tahun kembali pecahkan rekor positivity rate capai 29,5 persen. Data harian positivity rate Indonesia ini sudah lima kali jauh lebih tinggi dari ambang maksimal yang disarankan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 5 persen.

Kasus aktif di Indonesia juga terus meningkat secara signifikan dampak dari cluster Pilkada 2020. Sejak September 2020 lalu, IDI Makassar sudah mengingatkan bahayanya. Terbukti saat ini kenaikan melonjak tajam selama Desember 2020 dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya.

Sejak memasuki 2021, Sulawesi Selatan hari demi hari terus cetak rekor. Pada 1 Januari 2021, tercatat 550 kasus, 2 Januari 2021 berjumlah 590 kasus, 3 Januari 2021 dengan 595 kasus, 4 Januari 2021 sebanyak 510 kasus, 5 Januari 639 kasus, dan 6 Januari 463 kasus dimana Makassar sebagai pusat episentrumnya.

Baca Juga : Mahasiswa KKN Unhas Siap Bantu Pemerintah Putus Penyebaran Covid-19 di Parepare

"Penularan Covid-19 dikhawatirkan bakal semakin meningkat pasca liburan Natal 2020 dan tahun baru 2021. Oleh karena itu, IDI Kota Makassar mendukung pemerintah untuk pengetatan protokol kesehatan hingga kurva positif Covid-19 menurun," bebernya.

Penulis : Syukur
#Covid-19 #dokter meninggal