Jumat, 01 Januari 2021 13:02

Jangan Main-Main Palsukan Tes Antigen, Pidana 4 Tahun Menanti

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Masyarakat diminta untuk menghindari dan segera melaporkan kepada pihak yang berwajib jika menemukan praktik pemalsuan tes antigen.

RAKYATKU.COM - Satgas COVID-19 menegaskan bahwa pihak yang memalsukan hasil rapid test antigen terancam hukuman pidana selama empat tahun.

"Dari segi pidana, tindakan menyediakan surat keterangan dokter palsu dapat dijatuhkan sanksi seperti yang diatur dalam KUHP pasal 2671 ayat 1 pasal 268 ayat 1 dan 2 yaitu pidana penjara selama 4 tahun," ujar Ketua Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito, dikutip dari CNN Indonesia, Jumat (1/1/2021).

Pernyataan itu untuk menanggapi munculnya tindakan oknum yang memalsukan hasil test antigen sebagai syarat bepergian.

Baca Juga : Pulang Nonton Euro 2020, Ratusan Suporter Finlandia Positif Covid-19

Wiku pun meminta masyarakat untuk menghindari dan segera melaporkan kepada pihak yang berwajib jika menemukan praktik seperti itu.

"Perlu diingat bahwa dampak dari pemalsuan ini bisa menimbulkan korban jiwa, apabila orang yang ternyata positif namun menggunakan surat keterangan palsu kemudian menulari orang lain yang rentan maka jangan pernah bermain-main dengan hal ini," bebernya.

 

Hasil rapid test antigen berlaku sebagai syarat perjalanan bagi pengguna transportasi udara dan kereta api selama libur Natal dan Tahun Baru 2021.
Kewajiban itu berlaku mulai 19 Desember hingga 8 Januari 2021 bagi pemudik antar-kota, wilayah, dan provinsi se-Pulau Jawa.

Baca Juga : Satgas Covid-19 Luwu Utara Genjot Vaksinasi

Hasil rapid test antigen tersebut berlaku paling lama 3 x 24 jam sebelum keberangkatan. Syarat serupa berlaku bagi pengguna transportasi darat lain, baik pengguna kendaraan pribadi maupun umum.

Sponsored by advertnative
 
#Tes Covid-19 #Satgas Covid-19