Sabtu, 26 Desember 2020 22:03

Ditangkap dalam Kondisi Telanjang, Perempuan Ini Dapat Kompensasi Rp34 Miliar

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Foto: Denver Westword.
Foto: Denver Westword.

Dia saat itu telanjang karena bersiap untuk mandi. Namun, para petugas yang menggunakan kunci memasuki apartemennya dan melemparkannya ke tempat tidur sebelum menangkapnya.

RAKYATKU.COM - Otoritas kota di Colorado, Amerika Serikat (AS), membayar kompensasi USD2,4 juta (Rp34,1 miliar) kepada seorang perempuan yang jadi korban salah tangkap petugas polisi daerah atau sheriff setempat.

Perempyan itu jadi korban salah tangkap saat dalam kondisi telanjang. Kesalahan aparat Sheriff Fremont County itu terjadi pada Mei 2014, tetapi putusan pengadilan atas gugatan korban baru keluar pekan lalu.

Perempuan bernama Carolyn O'Neal ditangkap secara tidak sah saat telanjang di dalam apartemennya yang tenang di Canon City selama pemeriksaan kesejahteraan. Gugatan O'Neal ditujukan kepada Kantor Sheriff Fremont County.

Baca Juga : Asal-usul Virus Corona Mungkin Tidak Akan Pernah Teridentifikasi

Mengutip laporan Denver Post, Sabtu (26/12/2020), seorang deputi sheriff mengira O'Neal sedang bertindak untuk melukai dirinya sendiri. Mereka menggerebek apartemen itu atas sebuah laporan pihak manajemen apartemen.

O’Neal memberi tahu tiga deputi yang merespons laporan tersebut bahwa dia tidak bertindak untuk melukai dirinya sendiri.

 

Dia saat itu telanjang karena bersiap untuk mandi. Namun, para petugas yang menggunakan kunci memasuki apartemennya dan melemparkannya ke tempat tidur sebelum menangkapnya.

Baca Juga : Percaya Vaksin COVID-19 Berbahaya, Pria Ini Bunuh Kakak, Kakak Ipar, dan Teman Ibunya

O’Neal masih telanjang ketika dia dibawa ke penjara. Dia ditempatkan di kursi penahan selama beberapa jam.

Sponsored by MGID

Para deputi sheriff juga dua kali menggunakan taser terhadap perempuan itu meskipun lengan dan kakinya diikat pada saat itu dan dipaksa untuk memakai masker ludah.

"Ini adalah kasus yang keterlaluan," kata pengacara O'Neal, David Lane, kepada Denver Post.

Baca Juga : Satu Keluarga di Amerika Serikat Ubah Jenazah Menjadi Pupuk

“Aparat penegak hukum yang percaya mereka di atas hukum dihajar habis-habisan oleh juri (hakim). Dan sayangnya, ini menghabiskan banyak uang bagi pembayar pajak di Fremont County. Tapi saya berharap ini menginspirasi warga untuk menuntut akuntabilitas dari penegak hukum—jika tidak, itu akan keluar dari kantong mereka," bebernya.

Juri pengadilan setempat awalnya mengabulkan gugatan kompensasi untuk O’Neal sebesar USD3,6 juta pada tahun lalu. Namun, jumlah tersebut kemudian dikurangi oleh hakim federal menjadi sekitar USD2,1 juta. Kantor Sheriff Fremont County mengajukan banding atas putusan pengadilan.

Namun, menurut Lane, otoritas Fremont County pada akhirnya memilih membatalkan banding mereka dan menyelesaikan pembayaran kompensasi kepada O'Neal sebesar USD2,4 juta.

Baca Juga : Tunjangan Pengangguran Tinggi, Pekerja di AS Enggan Bekerja Lagi

Tuduhan atas perilaku tidak tertib dan penolakan penangkapan yang dihadapi O’Neal sebelumnya telah dibatalkan oleh hakim. Seorang deputi sheriff sejak itu mengakui bahwa O'Neal seharusnya dibawa ke rumah sakit, bukannya ke penjara.

“Polisi dipanggil oleh manajemen, Ibunya sedang sekarat, dia depresi dan dia membuat beberapa pernyataan tidak langsung tentang 'semuanya berjalan sangat baik, saya merasa seperti saya harus mengendarai mobil saya dari tebing'," kata Lane mengenang perkataan O'Neal sebelum penangkapannya.

O’Neal mengaku kepada media setempat, KDVR, bahwa dia menderita PTSD dan masalah kesehatan mental lainnya.

Sponsored by advertnative
 
#Korban Salah Tangkap #Amerika Serikat