Kamis, 03 Desember 2020 23:56

Pemberantasan Pencurian Teknologi, Lebih dari 1.000 Peneliti Tiongkok Tinggalkan AS

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Tiongkok menggambarkan langkah ini sebagai persekusi politik dan diskriminasi ras terang-terangan yang melanggar hak asasi.

RAKYATKU.COM - Pejabat tinggi di Departemen Kehakiman, Rabu (2/12/2020), mengatakan lebih dari 1.000 peneliti Tiongkok telah meninggalkan Amerika Serikat (AS) di tengah upaya pemberantasan dugaan pencurian teknologi.

Dalam KTT Aspen Institute Cyber, William Evanina, Kepala Kontraintelijen yang merupakan bagian dari kantor Direktur Intelijen Nasional, mengatakan agen-agen Tiongkok telah menarget personel pemerintahan presiden terpilih Joe Biden mendatang dan orang-orang yang dekat dengan tim Biden.

Seorang pejabat Departemen Kehakiman mengatakan para peneliti Demers yang dirujuk itu berbeda dari kelompok yang disebutkan oleh Departemen Luar Negeri September lalu.

Baca Juga : Percaya Vaksin COVID-19 Berbahaya, Pria Ini Bunuh Kakak, Kakak Ipar, dan Teman Ibunya

Saat itu disampaikan bahwa AS mencabut visa lebih dari 1.000 warga negara Tiongkok berdasarkan kebijakan presiden yang menolak masuk mahasiswa dan peneliti yang ditengarai menimbulkan risiko keamanan.

Tiongkok menggambarkan langkah ini sebagai persekusi politik dan diskriminasi ras terang-terangan yang melanggar hak asasi.

 

Sumber: VOA Indonesia

Sponsored by advertnative
 
#Tiongkok #Amerika Serikat