Rabu, 02 Desember 2020 23:52

Pendukung Danny-Fatma Kritik Survei yang Menangkan Appi-Rahman, Direktur RTK: Kembali Sekolah Dulu

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Direktur Riset Roda Tiga Konsultan, Muhammad Taufik.
Direktur Riset Roda Tiga Konsultan, Muhammad Taufik.

"Kalau masih tidak mengerti, saya sarankan kembali sekolah dulu."

RAKYATKU.COM - Hasil survei Roda Tiga Konsultan (RTK) bikin pendukung paslon lain kebakaran jenggot. Maklum, data terbaru menunjukkan pasangan Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando (Appi-Rahman) memimpin.

Fatalnya, oknum pendukung Danny-Fatma, mengkritik angka-angka yang ditampilkan. Dia menjumlahkan persentase elektabilitas empat paslon plus undecided voters. Hasilnya 100,1 persen.

Seperti dikutip di salah satu media online, oknum tersebut menganggap hasil survei itu abal-abal. Juga menganggap peneliti kurang teliti sehingga persentasenya lebih 100 persen. Benarkah?

Baca Juga : Sudah Komitmen, Appi-Rahman Lanjutkan Perjuangan Tangani Covid-19 di Kota Makassar

Menanggapi kritik tersebut, Direktur Riset Roda Tiga Konsultan, Muhammad Taufik, tertawa.

"Daripada mengomentari data statistik, lebih baik belajar penjumlahan Matematika Dasar terlebih dahulu," katanya.

 

"Dalam data kami tidak ada yang mencapai 101 persen. Yang ada itu 100,1 persen. Jika ditanya kenapa sampai 100,1 persen? Itu karena penyederhanaan digit desimal atau angka di belakang koma," lanjut Taufik.

Baca Juga : Akui Kemenangan Rival dengan Kepala Tegak, Appi-Rahman Tuai Pujian

Dia lantas memberi contoh sederhana. Jika 100 persen dibagi tiga, maka hasilnya 33.333333 dan seterusnya. AAgar tidak terlalu panjang, maka biasanya hanya disajikan dengan satu atau dua angka di belakang koma. Jadinya 33,3 persen.

Sponsored by MGID

"Saat angka tadi dikumpulkan kembali, jumlahnya menjadi 99,9 persen. Tidak sampai 100 persen. Hal ini dikarenakan adanya pembulatan desimal. Walaupun pada dasarnya memiliki makna yang sama," urai Taufik.

Dia melanjutkan, pembulatan desimal bisa terjadi ke atas. Bisa pula pembulatan ke bawah. "Kalau ini dia masih tidak mengerti, saya sarankan kembali sekolah dulu," katanya.

Baca Juga : Sudah Sempat Crossing, RTK Ungkap Penyebab Appi-Rahman Kalah Atas Danny-Fatma Versi Quick Count

Sebelumnya diberitakan, Roda Tiga Konsultan merilis hasil survei Pilwali Makassar ke publik, Rabu (2/12/2020). Bertempat di Hotel Gammara, Jl Metro Tanjung Bunga.

Data yang dijabarkan Roda Tiga Konsultan yakni tren line masing-masing paslon dari empat kali survei yang dilakukan. Termasuk survei terakhir yang digelar 14-16 November 2020 lalu.

Hasil survei terbaru menunjukkan paslon nomor urut 2, Munafri Arifuddin-Abd Rahman Bando (Appi-Rahman), sudah mengungguli paslon lainnya.

Baca Juga : Beri Selamat Danny-Fatma, Dilan Apresiasi Appi-Rahman dan Imun

Ada dua jenis survei yang dilakukan pada sesi survei terakhir Roda Tiga Konsultan ini. Pertama, responden diberikan lembar simulasi kertas, kemudian diminta untuk mencoblos atau mencontreng seolah-olah berada di bilik suara.

Hasilnya Appi-Rahman berada di posisi teratas dengan angka 33,1 persen. Disusul Adama 32,5 persen, Dilan 10,4 persen, dan Imun 3,7 persen.

Adapun yang masih merahasiakan yakni 12,7 persen dan tidak tahu/tidak menjawab 7,7 persen.

Baca Juga : Beri Selamat Danny-Fatma Sambil Titip AGAMIS, UQmo Sampaikan Pesan kepada Appi, Deng Ical, dan None

Sedangkan pada jenis survei pertanyaan terbuka, hasilnya juga tak jauh berbeda. Appi-Rahman memiliki angka elektabilitas 33,6 persen. Adama 33,2 persen, Dilan 10,7 persen, dan Imun 3,8 persen.

Yang masih merahasiakan yakni 11,9 persen dan tidak tahu/tidak menjawab 6,9 persen.

"Di atas kertas secara ilmiah Appi-Rahman lah yang akan memenangkan Pilwali Makassar melihat dari tren linenya," tutup Taufik.

Baca Juga : Beri Selamat Danny-Fatma Sambil Titip AGAMIS, UQmo Sampaikan Pesan kepada Appi, Deng Ical, dan None

Survei yang dilakukan Roda Tiga Konsultan ini menggunakan metode Stratified Systemic Random dengan 820 responden yang tersebar di 15 kecamatan.

 

Sponsored by advertnative
 
#appi-rahman #Pilkada Makassar