Sabtu, 28 November 2020 21:16

Erwin Aksa: Akankah Warga Makassar Pertahankan Sistem Kesehatan yang Lemah? 9 Desember Jadi Penentu

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Erwin Aksa (tengah) diapit Dr Jamal Bijaang (kanan) dan Andi Suruji di Warkop Sami, Sabtu malam (28/11/2020).
Erwin Aksa (tengah) diapit Dr Jamal Bijaang (kanan) dan Andi Suruji di Warkop Sami, Sabtu malam (28/11/2020).

Erwin menyebut, sistem dan pelayanan kesehatan masyarakat di Makassar sangat lemah. Pemerintah tidak punya perencanaan yang baik.

MAKASSAR -- Kota Makassar banyak masalah. Ironinya, sektor yang rusak, justru yang paling penting bagi hajat hidup masyarakat. Mulai sistem pelayanan kesehatan, ekonomi, hingga pendidikan dasar.

Kondisi ini kembali diungkap Erwin Aksa. Ketua tim pemenangan pasangan Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando (Appi-Rahman). Dia menjadi narasumber dalam diskusi ringan di Warkop Sami, Jalan Boulevard, Sabtu malam (28/11/2020).

Mantan ketua umum BPP Hipmi itu menyebut, sistem dan pelayanan kesehatan masyarakat di Makassar sangat lemah. Pemerintah tidak punya perencanaan dan tidak memiliki data yang baik terhadap penyakit.

Baca Juga : 

"Ini terjadi karena pemimpinnya tidak punya kemampuan dan tidak punya visi terhadap kesehatan masyarakat. Ini saya kira catatan buat pemimpin Kota Makassar yang lalu," tegas Erwin Aksa.

Dia memberi contoh, ada puskesmas yang dibangun, kini mangkrak. Puskesmas Batua yang bermetamorfosis menjadi RS Batua.

"Jangankan SDM-nya yang dibangun, fisiknya saja mangkrak. Apalagi SDM-nya, sistemnya. Padahal, dibangun arsitek yang notabene mengerti membangun sesuatu, tetapi malah mangkrak. Pertanyaannya, ada apa?" katanya.

 

Dia juga mengatakan, pemimpin Kota Makassar tidak punya politik anggaran yang jelas. Termasuk pada bidang kesehatan. Buktinya, pengurus DPP Golkar itu, begitu ada pandemi Covid, langsung chaos.

Nah, pada 2021, politik anggaran harus fokus pada tiga bidang. Nomor 1 adalah bidang kesehatan. Lalu, memperbaiki ekonomi dengan berbagai insentif. Ketiga, bagaimana membangun pendidikan dasar yang baik.

"Kasihan banyak masyarakat yang masuk rumah sakit karena sistem kesehatan kita tidak baik. Penyakit menular masih tinggi, itu di luar Covid. Apakah ini yang diinginkan masyarakat Makassar ke depan? Jawabannya tentu nanti pada 9 Desember," lanjutnya.

Menurutnya, wali kota Makassar ke depan harus memiliki politik anggaran yang jelas.

"Dengan PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang sedikit, kita harus alokasikan ke sektor yang sangat penting. (Sektor) yang sangat penting di 2021 cuma tiga; kesehatan masyarakat, ekonomi, dan pendidikan. Kita harus setop pemborosan, setop korupsi, setop penyerapan anggaran yang tidak penting," tegas Erwin.

Pakar ekonomi Universitas Muslim Indonesia (UMI), Dr Jamal Bijaang menyebut, hanya Appi-Rahman yang punya visi yang jelas. Khususnya dalam menangani pandemi Covid-19 di Makassar.

Visi-misi itu sudah mulai kelihatan sejak masa kampanye. Tidak menunggu setelah terpilih. Appi-Rahman telah membentuk tim Duta Sehat dan Satgas Kesehatan. Mereka telah bekerja sejak awal sosialisasi hingga saat ini.

Makanya, Dr Jamal mengajak warga Makassar untuk memberi kesempatan kepada paslon yang sudah terbukti komitmennya. Itu jika warga Makassar ingin terjadi perubahan ke arah yang lebih baik.

#Pilkada Makassar #appi-rahman