Minggu, 29 November 2020 15:02

Optimalkan Layanan Nasabah di Era Pandemi, Manulife Indonesia Galakkan Digitalisasi

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Optimalkan Layanan Nasabah di Era Pandemi, Manulife Indonesia Galakkan Digitalisasi

Manulife Indonesia semakin menggalakkan digitalisasi dan memastikan para tenaga pemasar untuk tetap memberikan layanan melalui non-face to face.

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Manulife Indonesia terus berkomitmen memberikan layanan penyedia solusi keuangan dengan membantu para nasabah menjalani hari semakin hari semakin baik.

Hal ini terlihat salah satunya dalam bentuk pembayaran klaim terkait Covid-19 sejumlah Rp54,5 miliar per 9 November 2020.

Covid-19 memberikan tantangan tersendiri bagi Manulife Indonesia terutama bagaimana tetap terkoneksi dengan nasabah.

Baca Juga : 

Presiden Direktur dan CEO Manulife Indonesia, Ryan Charland mengatakan, Manulife Indonesia semakin menggalakkan digitalisasi dan memastikan para tenaga pemasar untuk tetap memberikan layanan melalui non-face to face.

Begitu pula dengan layanan customer service yang tetap berupaya melakukan pelayanan kepada nasabah dengan cara yang berbeda bahkan ketika tanpa harus bertatap muka.

“Manulife Indonesia akan terus membantu masyarakat membuat keputusan lebih mudah serta hidup lebih baik. Untuk itu Manulife Indonesia melihat kembali layanan-layanan yang diberikan kemudian memperbaruinya dengan lebih optimal memanfaatkan teknologi sehingga nasabah dan agen menjadi lebih mudah mencerna dan memahami," jelas Ryan Charland.

 

Menurutnya, kerja sama yang kuat antar tim Manulife Indonesia, baik karyawan maupun tenaga pemasar membuat upaya memenuhi kebutuhan nasabah dan bisnis tetap berjalan dengan baik meskipun dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi.

"Mendengarkan saran maupun kritik dari para nasabah adalah salah satu faktor penting dalam menjalankan bisnis. Secara berkala, kami mengadakan pertemuan secara virtual dengan para nasabah dan mendengarkan keluhan-keluhan mereka untuk menjadikan layanan Perusahaan semakin hari semakin baik ke depannya," tuturnya.

Selain itu, kata dia, survei Manulife Asia Care juga menunjukkan bahwa 300 responden di Indonesia sejak pandemi beralih dari belanja secara offline ke online (65%), menggunakan layanan online seperti pembayaran, belanja dan pengiriman makanan (71%) dan khususnya menggunakan media online untuk mencari berita dan bersosialisasi (keduanya sebesar 69%).

"Cov-19 telah mempercepat tren yang udah ada terutama digitalisasi dalam gaya hidup. Oleh sebab itu, insurtech (insurance technology) bisa menjadi salah satu yang
dimanfaatkan untuk peningkatkan inklusi dan bisnis asuransi," jelasnya.

Sebagai upaya Manulife Indonesia untuk memberikan layanan yang lebih optimal terutama di era pandemi, Perusahaan memaksimalkan langkah-langkah efektif yang sudah ada, seperti memanfaatkan layanan non face to face untuk nasabah.

Kemudian memperluas aplikasi digital untuk nasabah untuk memudahkan mereka dalam mengakses layanan seperti submit klaim, cek polis melalui MiAccount.

Ketiga, bekerja sama dengan platform untuk memperluas jangkauan nasabah seperti dengan Halodoc.

Nasabah korporasi Manulife dapat memanfaatkan layanan ini untuk cek kondisi kesehatan mereka di aplikasi tersebut. Survei Nasional Literasi Keuangan (SNLIK) 2019 yang dilakukan OJK menunjukkan, inklusi perasuransian sebesar 6,18 persen, jauh dibawah perbankan yang mencapai 73,88 persen.

Inklusi asuransi yang rendah menunjukkan ruang untuk industri ini berkembang masih sangat besar. Ke depannya, Manulife Indonesia berharap lebih banyak lagi masyarakat Indonesia yang mulai sadar akan pentingnya asuransi. Saat ini kami melindungi lebih dari 2 juta nasabah di
seluruh Indonesia.

Penulis : Yuniastika Datu
#Manulife Indonesia #Satgas Covid-19