Kamis, 26 November 2020 15:10

6 Tips Menjaga Kesehatan Mental di Masa Pandemi COVID-19

Adil Patawai Anar
Konten Redaksi Rakyatku.Com
6 Tips Menjaga Kesehatan Mental di Masa Pandemi COVID-19

Fenomena virus corona penyebab COVID-19 yang belum berakhir bisa menyebabkan gangguan kesehatan mental bago seseorang. Kecemasan berlebihan akan terjadi karena takut terinfeksi virus corona SARS-CoV-2.

RAKYATKU.COM - Hingga saat ini virus Corona SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 masih menjadi perhatian publik dunia. Hal itu dikarenakan jumlah pasien COVID-19 masih bertambah.

Virus corona belum hilang, masyarakat diminta tetap waspada, namun jangan terlalu panik terkait kondisi tersebut.

Imbauan pun diberikan berbagai pihak agar COVID-19 tidak menyebar. Satu di antaranya melalui kampanye untuk selalu ingat #PesanIbu, yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.

Baca Juga : WHO Identifikasi Varian Baru COVID-19, Lebih Kebal Vaksin

Ketiga hal tersebut penting dilakukan untuk membentingi diri sendiri dan orang terdekat dari bahaya COVID-19.

Di sisi lain, fenomena virus corona penyebab COVID-19 yang belum berakhir bisa menyebabkan gangguan kesehatan mental bago seseorang. Kecemasan berlebihan akan terjadi karena takut terinfeksi virus corona SARS-CoV-2.

 

Lantas, bagaimana cara mengatasi rasa ketakutan yang berlebihan di tengah pandemi virus corona COVID-19?

Baca Juga : Berkat Kerja Sama Lintas Elemen, Wajo Kini Tak Lagi Berstatus Zona Merah

Berikut ini rangkuman mengenai tanda-tanda dan cara efektif menjaga kesehatan mental selama pandemi COVID-19, seperti dikutip dari laman CDC dan ui.ac.id.

Sponsored by MGID

Tips Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi Virus Corona, seperti dilansir ui.ac.id.

1. Memilah sumber informasi tepercaya

Baca Juga : PT Semen Tonasa Sumbang Paket Sembako bagi Masyarakat Terdampak Covid-19

Berbagai informasi seputar virus corona SARS-CoV-2 beredar di lini masa media sosial. Meski banyak, informasi tersebut perlu dipilah-pilah dan lebih hati-hati karena bukan tidak mungkin berita tersebut hoaks.

Jadi, pastikan selalu memantau info mengenai virus corona COVID-19 melalui sumber-sumber tepercaya, seperti dari situs WHO, Kementerian Kesehatan RI, dan media terpercaya.

2. Gunakan teknologi untuk jalin silaturahmi

Baca Juga : Gawat, Wajo Kembali Masuk Zona Merah

Agar virus corona COVID-19 tak meluas, sebisa mungkin menghindari kontak fisik atau menerapkan physical distancing. Namun, hal tersebut jangan membuat hubungan Anda dengan orang terdekat menjadi jauh.

Anda bisa memakai media sosial, seperti Whatsapp, Instagram, Line, Telegram, Facebook Twitter, dan sebagainya sebagai alternatif untuk tetap menjalin komunikasi. Tak hanya itu, media sosial tersebut juga bisa dimanfaatkan sebagai komunikasi antarrekan kerja, bagi orang-orang yang melakukan sistem Work from Home (WFH).

3. Tetap aktif di rumah

Baca Juga : Kedapatan Buka Pintu 3 Kali Sehari, Rumah di China Disegel Petugas Berbaju Hazmat

Saat berada di rumah, sebisa mungkin melakukan kegiatan yang membuat tubuh dan pikiran nyaman. Beberapa kegiatan yang bisa dilakukan ialah menonton film, membaca buku, mendengarkan musik, dan mengakses konten positif di media sosial.

Kemudian konsumsi makanan sehat dan seimbang serta minum air putih. Perhatikan durasi tidur dan lakukan olahraga saat sudah bangun.

4. Terus berkomunikasi dengan keluarga

Baca Juga : Kedapatan Buka Pintu 3 Kali Sehari, Rumah di China Disegel Petugas Berbaju Hazmat

Physical distancing membuat sebagian orang merasa kesepiaan. Bagi Anda yang merasakan hal tersebut, cobalah mengungkapkan perasaan dan kekhawatiran perihal pandemi kepada orang terdekat, seperti keluarga, kekasih, atau sahabat.

Sementara, bagi keluarga yang mengisolasi diri dalam satu tempat tinggal, upayakan komunikasi tetap terjaga.

5. Coba berempati dan tidak mendiskriminasi

Baca Juga : Kedapatan Buka Pintu 3 Kali Sehari, Rumah di China Disegel Petugas Berbaju Hazmat

Kita tidak perlu mengaitkan virus ini dengan etnis atau negara tertentu. Jangan beri label pada orang yang positif COVID-19 sebagai 'korban', mari sebut mereka 'pejuang' yang sedang berusaha sembuh Karena siapa saja bisa terinfeksi dan menyebarkan virus. Jadi, setop diskriminasi dan beri dukungan.

6. Tidak panik dan tetap waspada

Menghadapi wabah corona tanpa terpancing kepanikan maupun ketakutan, niscaya dapat membantu menjaga kesehatan mental dan fisik di tengah krisis kesehatan global ini. Pengaruhnya pun tak hanya baik untuk Anda pribadi, tetapi juga orang-orang di sekitar.

Sponsored by advertnative
 
#Covid-19