Selasa, 17 November 2020 17:30

Nurdin Abdullah Beri Jempol Perusahaan Pengolahan Rumput Laut Pinrang yang Tak PHK Karyawan

Fathul Khair Akmal
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Nurdin Abdullah Beri Jempol Perusahaan Pengolahan Rumput Laut Pinrang yang Tak PHK Karyawan

Perusahaan ini di tengah pandemi Covid-19 masih berproduksi dan membeli hasil rumput laut petani. Serta tidak terjadi pemutusan hubungan kerja bagi karyawan.

RAKYATKU.COM, PINRANG - Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. HM Nurdin Abdullah mengapresiasi usaha dan langkah yang dilakukan oleh PT Biota Laut Ganggang (BLG), sebuah perusahaan pengolahan rumput laut di Desa Polewali, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang. Perusahaan ini di tengah pandemi Covid-19 masih berproduksi dan membeli hasil rumput laut petani. Serta tidak terjadi pemutusan hubungan kerja bagi karyawan.

"Tentu kita berterima kasih kepada BLG ini yang di masa pandemi bisa mempertahankan produksi. Bahkan tidak melakukan PHK, gaji karyawan juga tetap. Tentu pemerintah mengapresiasi," kata Nurdin Abdullah, Senin, 16 November 2020.

Nurdin juga berharap bahwa kapasitas produksi terus ditingkatkan sehingga penciptaan lapangan kerja semakin besar di sektor ini bisa ditingkatkan.

Baca Juga : Termasuk Sulsel, Menaker Ida Anugerahi 15 Gubernur sebagai Pembina K3 Terbaik

Ini harus didukung dengan penyediaan bahan baku, yang belum tercukupi. Satu bulan pabrik ini membutuhkan 3.500 ton rumput laut.

"Sementara sekarang ini belum mampu kita penuhi semua, padahal kalau kita lihat perairan kita sepanjang pesisir pantai keliling Sulsel, lebih dari itu bisa kita produksi," jelas Nurdin Abdullah.

 

Tugas pemerintah adalah bagaimana menghasilkan benih-benih unggul yang punya produksi tinggi. Rumput laut juga memiliki waktu panen yang singkat. Nurdin menyebutkan, jenis katoni misalnya dapat dipanen dalam waktu 40 hari.

Baca Juga : Dinas TPHBUN Sulsel: Pupuk Bersubsidi Tidak Langka, Hanya Kurang

Adapun jumlah total karyawan di perusahaan ini sebanyak 500 orang, tenaga teknis 15 orang dari China. Selebihnya adalah warga lokal.

Sponsored by MGID

"Jadi saya kira itu satu model perusahaan yang patut kita contoh. Tentu kami sebagai pemerintah wajib menjaga perusahaan ini supaya tetap eksis. Kita bisa lihat betapa besar nilai tambah dari hadirnya perusahaan ini," sebutnya.

Ia mengurai, perusahaan ini bisa menstabilkan harga rumput laut. Sehingg pedagang yang membeli langsung tidak dapat mempermainkan harga, sebab sudah ada harga standar dari perusahaan.

Baca Juga : Meningkat 45,60 Persen, Nilai Ekspor Sulsel Triwulan I 2022 Capai Rp6,97 Triliun

Pemerintah juga terus mendorong bagaimana produksi rumput laut Sulsel, supaya bisa memenuhi kebutuhan industri.(*)

#Pemprov Sulsel