Senin, 16 November 2020 11:05

MYL dan Rismayani Apresiasi Program Anir-Lutfi

Fathul Khair Akmal
Konten Redaksi Rakyatku.Com
MYL dan Rismayani Apresiasi Program Anir-Lutfi

Dua program yang mendapat pengakuan itu adalah di bidang pendidikan dan upaya Anir-Lutfi dalam meningkatkan perekonomian masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Program prioritas pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 4, Andi Nirawati-Lutfi Hanafi (Anir-Lutfi) menuai apresiasi dari dua rivalnya di Pilkada Pangkep.

Apresiasi itu disampaikan oleh calon bupati nomor urut 1, M Yusran Lalogau (MYL) dan calon wakil bupati nomor urut 3, Rismayani Syamsuddin saat debat putaran kedua dalam segmen debat antar calon yang berlangsung di Kota Makassar, pada Minggu (15/11/2020).

Dua program yang mendapat pengakuan itu adalah di bidang pendidikan dan upaya Anir-Lutfi dalam meningkatkan perekonomian masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Baca Juga : Lutfi Hanafi Ajak Bupati Pangkep Foto Bareng Usai Nyoblos di TPS

Di bidang pendidikan, Anir berkomitmen memberikan insentif bagi guru honorer sebesar Rp1-Rp10 juta. Selain itu, juga akan memberikan reward kepada guru dan mahasiswa berprestasi berupa laptop serta pengadaan laboratorium dan teknologi informasi berbasis digital.

"Bersama Anir-Lutfi, kita berkomitmen meningkatkan insentif bagi guru honorer dan dan melengkapi saran dan prasarana bidang pendidikan," ucap Anir menjawab pertanyaan MYL tentang mewujudkan kualitas pendidikan di di era teknologi informasi.

Jawaban tersebut langsung direspon positif oleh MYL. "Jawaban ibu anir sangat bagus. Namun juga mungkin baik ditingkat SD-SMP nanti kedepannya kita siapkan wifi gratis," kata MYL menanggapi jawaban Anir.

Baca Juga : Besok Pencoblosan, Anir-Lutfi ke Pemilih: Awali dengan Basmalah

Sekadar diketahui, program wifi gratis merupakan salah satu program prioritas Anir-Lutfi di bidang pendidikan. Hal ini sudah disampaikan dalam debat pertama Pilkada Pangkep.

Sementara calon wakil bupati nomor urut 3 Rismayani, mengapresiasi jawaban Lutfi yang memaparkan program bantuan kesejahteraan rumah tangga sebesar Rp10 juta per kepala keluarga (KK). Jawaban ini atas pertanyaan dari Risma tentang peningkatan perekonomian rakyat di tengah APBD yang menurun akibat Covid-19.

"Anir-Lutfi akan mengubah kebijakan dari orientasi proyek ke orientasi kebijakan yang berpihak kepada rakyat. Oleh karena itu, kita programkan bantuan Rp10 juta per KK. Kita ambil 20 persen dari total APBD Rp1,4 Triliun.

Baca Juga : Kawal Pemungutan Suara, Anir-Lutfi Siapkan 2.100 Saksi di Semua TPS

Target kita, tahun pertama ada 15 ribu KK yang mendapat bantuan," papar Lutfi.

"Jawaban paslon 04 sangat baik, mudah-mudahan ekonomi kita ke depan semakian membaik. Kami punya kartu yang bisa meningkatkan kesejahteraan yaitu kartu sehat sejahtera," kata Risma.

Bicara soal kartu sejahtera, Anir-Lutfi lebih dulu merilis kartu program prioritas kepada publik. Kartu tersebut diperkenalkan kepada publik pada pekan lalu dalam agenda kampanye tatap muka dengan warga.

Baca Juga : Segini Kekayaan Andi Nirawati-Lutfi Hanafi

Sebagai bentuk meyakinkan publik, kartu program prioritas Anir-Lutfi kembali diperkenalkan di akhir sesi debat putaran kedua.

"Kami akan berikan bantuan Rp10 juta per KK yang dananya bersumber dari dana APBD melalui perubahan kebijakan keuangan daerah. Untuk memastikan masyarakat mendapatkan bantuan Rp10 juta per KK, maka Anir-Lutfi telah mengadakan sebuah kartu yang dinamakan kartu Penerima Program Prioritas yang nantinya diharapkan akan membuat masyarakat Pangkep sejahtera," tegas Lutfi.

Andi Nirawati menambahkan, dirinya bersama Lutfi akan menghapuskan kemiskinan dan ketidakadilan di Pangkep yang selama ini dirasakan warga.

Baca Juga : MYL-SS Absen, Anir-Lutfi Hadir di Acara Zikir dan Doa Bersama Polres Pangkep

"Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang banyak. Anir-Lutfi akan menghapus ketidakadilan di kepulauan, pegunungan, ketidakadilan di daratan. Bersama Anir-Lutfi mari kita hapus air mati kemiskinan, air mta ketidakadilan, air mata penderitaan, air mata kesakitan dan air mata kebodohan menuju keadilan," pungkas Anir. (*)

#anir-lutfi