Minggu, 15 November 2020 18:06

Mantan Mentan Bungaran Saragih: Mentan Syahrul Punya Fondasi Kuat Bangun Pertanian Masa Depan

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Bungaran Saragih
Bungaran Saragih

Bungaran melihat, dalam tempo 10 sampai 15 tahun mendatang, agribisnis merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia.

RAKYATKU.COM - Mantan Menteri Pertanian (Mentan) periode 2000-2004, Bungaran Saragih mengapresiasi program jangka panjang Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam membangun pertanian Maju, Mandiri dan Modern.

Menurut Bungaran, Syahrul memiliki fondasi kuat dalam membangun pertanian masa depan yang bisa menopang ekonomi negara secara terus menerus.

"Saya melihat dalam tempo 10 sampai 15 tahun mendatang, agribisnis merupakan tulang punggung perekonomian kita. Bahkan menjadi sumber pertumbuhan, sumber devisa, dan sumber lapangan pekerjaan," ujar Bungaran, Minggu (15/11/2020).

Baca Juga : Puncak HPS-41 di Masa Pandemi, Momentum Kementan Buktikan Stok Produksi Pangan Aman

Sebagai informasi, Kementerian Pertanian (Kementan) saat ini terus membangun pertanian modern melalui jaringan teknologi dan mekanisasi canggih. Juga sistem pendukung seperti ruang Agriculture War Room (AWR) dan Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani).

AWR menjadi perangkat pemantau data riil yang terhubung dengan perangkat artificial intelligence yang mampu membangun komunikasi dengan penyuluh dan para petani di seluruh Indonesia.

 

Mengenai hal ini, Bungaran meminta agar semua pihak terus mendorong dan mendukung kemajuan pertanian Indonesia secara bersama-sama. Dia berharap, pembangunan pertanian tidak melulu menjadi tugas Kementan, namun juga harus menjadi tugas berbagai kementerian dan lembaga lain yang saling terkait.

Baca Juga : Suara Kementan Upaya Satu Pintu Data dan Informasi Kementerian Pertanian

"Pertanian itu perlu mendapat perhatian serius dari semua orang dan dikerjakan secara bersama-sama sebagai sistem agribisnis. Saya berharap Kementan terus membangun kerja sama dengan petani dan dunia usaha lainya. Tapi di sisi lain, koordinasi antar lembaga dn kementerian lain juga harus saling sinergi," katanya.

Sponsored by MGID

Menurut Bungaran, bila koordinasi dan dukungan pertanian semacam ini terus berjalan baik, maka bukan tidak mungkin pertanian Indonesia menjadi sumber ekspor dan kebutuhan pangan di berbagai pasar internasional.

"Dalam keadaan krisis seperti ini, pertanian kita itu menyelamatkan bangsa kita. Apalagi bisnis di bidang pertanian tidak banyak yang terganggu oleh serangan Covid-19 karena ada di desa bukan di kota," tutupnya.

Baca Juga : Mentan Semangati Widyaiswara, Dosen dan Penyuluh untuk Cetak SDM Pertanian Unggul

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam keterangan beberapa waktu lalu, mengaku optimis dengan kemajuan teknologi pertanian yang semakin pesat. Modernisasi tersebut bahkan siap beroperasi di bawah pertanian 4.0. Apalagi penggunaan alat dan mesin dilakukan secara masif pada setiap proses sistem produksi.

"Saya punya keyakinan kesiapan kita secara bertahap bisa membawa pertanian masuk ke mekanisasi yang lebih kuat," katanya.

Untuk mendukung penerapan pembangunan pertanian ini, Mentan berharap ke depan sektor pertanian mendapat dukungan yang lebih kuat dari semua pihak. Dalam hal ini, kerja sama antara industri per sektor sangat diperlukan untuk mempercepat proses penerapan mekanisasi pertanian.

Baca Juga : Lepas Ekspor ke Prancis dan Belanda, Mentan SYL Kembangkan 1 Juta Bibit Jeruk Purut

"Mau bagaimanapun juga sektor pertanian menjadi tulang punggung yang dibutuhkan. Untuk itu dalam mengakselerasi pertanian, kita membutuhkan mekanisasi yang lebih kuat," katanya.

Sejauh ini, kata Mentan, Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian Pertanian (BBP Mektan) memiliki kemampuan yang cukup dalam menciptakan protitipe mesin pertanian canggih dan modern. Namun, kecanggihan yang ada harus mengutamakan potensi lokal yang tersedia.

"Balai ini sangat dibutuhkan untuk melihat sebuah perkembangan dan tantangan serta kamajuan era yag ada, khususnya dalam mengintervensi mekanisasi untuk melakukan efektivitas akselerasi pertanian," tutupnya.

Baca Juga : Mentan SYL Minta Karantina Perketat Produk Pertanian yang Masuk ke Indonesia

Perlu diketahui, BBP Mektan telah merevitalisasi peralatan Laboratorium Disain dan Rekayasa berbasis Computer Numerical Control(CNC) untuk mengimbangi perkembangan industri alsintan didunia.

Selain itu, lab penguji BBP Mektan memiliki fasilitas uji lab traktor roda 4 (kapasitas sd 200 hp), traktor roda 2, pompa air irigasi (sd pompa diameter 10 inchi), sprayer dan lab alsintan pascapanen.

Jumlah alsin yang telah diuji tiga tahun terakhir meliputi 286 unit tahun 2018, 325 unit tahun 2019, serta untuk Januari-November 200 sebanyak 233 unit.

Sponsored by advertnative
 
#kementan #bungaran saragih