Kamis, 05 November 2020 14:20
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM -- Rektor Universitas Islam Makassar (UIM) Dr Ir Hj A Majdah Muhyiddin Zain M Si kembali menandatangani kesepakatan kerja sama dengan sejumlah pimpinan institut pendidikan tinggi dan pesantren se-Sulsel.

 

Penandatanganan kerja sama itu dilaksanakan di Auditorium KH Muhyiddin Zain UIM, Makassar, Kamis (5/11/2020).

Pesantren dan institut pendidikan tinggi yang menyepakati kerja sama pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat dengan UIM yakni Institut Agama Islam As'adiyah Sengkang dan Institut Agama Islam Muhamadiyah Maros.

Baca Juga : UIM Gelar Ramah Tamah dan Pelepasan 78 Mahasiswa Inbound PMM 3

Sedangkan enam pesantren yakni Ponpes Tahfizul Quran Al Imam Ashim, Ponpes Tahfizul Quran Assa'adah Maros, Ponpes Tahfizul Quran Ilmul Yaqin, Ponpes Annahdlah, Ponpes Madinah Makassar, dan Ponpes Rahmatul Asri Enrekang. 

 

Wakil Rektor V Bidang Kerja Sama UIM, Prof Dr H Arfin Hamid SH MH menjelaskan, dengan adanya nota kerja sama, maka antara UIM dengan Institut As'asiyah dan Institut Muhamadiyah bisa saling bertukar mahasiswa dan dosen sebagai implementasi kebijakan "Kampus Merdeka, Merdeka Belajar".

"Demikian pula untuk penerimaan mahasiswa baru untuk saling merekomendasikan jika tak ada prodi pada institusi masing-masing," jelasnya.

Baca Juga : UIM Berkemilau di Tingkat Nasional: Menjadi Salah Satu dari 128 PT se-Indonesia Penerima PMM 4

Sedangkan kerja sama dengan pesantren, jelas Arfin, untuk semakin memperkuat program KKN berbasis pesantren yang sudah terselenggara dan merupakan ide brilian dari rektor UIM.

"Selama ini KKN berbasis pemerintah dan swasta. Padahal KKN di pesantren lebih mudah kan. Dan program bersama antara UIM dan pesantren lebih maksimal, seperti pembinaan umat dengan melibatkan akademisi di sejumlah fakultas di UIM," urai sekretaris DPW NU Sulsel tersebut.

Kabag Humas dan Kerja Sama UIM, dr Wachyudi Muchsin SH menambahkan, kerja sama ini sesuai amanah rektor UIM dan yayasan bahwa saatnya bersinergi untuk pengembangan pendidikan.

Baca Juga : Sadaruddin Dosen FKIPS UIM Al Gazali Raih Doktor di UNM

"Tidak zaman lagi berdiri sendiri," ujar dokter Yudi