Kamis, 05 November 2020 14:20

UIM Jalin Kerja Sama Strategis dengan Enam Pesantren dan Dua Institut

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
UIM Jalin Kerja Sama Strategis dengan Enam Pesantren dan Dua Institut

Kerja sama dengan pesantren untuk semakin memperkuat program KKN berbasis pesantren yang sudah terselenggara

RAKYATKU.COM -- Rektor Universitas Islam Makassar (UIM) Dr Ir Hj A Majdah Muhyiddin Zain M Si kembali menandatangani kesepakatan kerja sama dengan sejumlah pimpinan institut pendidikan tinggi dan pesantren se-Sulsel.

Penandatanganan kerja sama itu dilaksanakan di Auditorium KH Muhyiddin Zain UIM, Makassar, Kamis (5/11/2020).

Pesantren dan institut pendidikan tinggi yang menyepakati kerja sama pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat dengan UIM yakni Institut Agama Islam As'adiyah Sengkang dan Institut Agama Islam Muhamadiyah Maros.

Sedangkan enam pesantren yakni Ponpes Tahfizul Quran Al Imam Ashim, Ponpes Tahfizul Quran Assa'adah Maros, Ponpes Tahfizul Quran Ilmul Yaqin, Ponpes Annahdlah, Ponpes Madinah Makassar, dan Ponpes Rahmatul Asri Enrekang. 

Wakil Rektor V Bidang Kerja Sama UIM, Prof Dr H Arfin Hamid SH MH menjelaskan, dengan adanya nota kerja sama, maka antara UIM dengan Institut As'asiyah dan Institut Muhamadiyah bisa saling bertukar mahasiswa dan dosen sebagai implementasi kebijakan "Kampus Merdeka, Merdeka Belajar".

"Demikian pula untuk penerimaan mahasiswa baru untuk saling merekomendasikan jika tak ada prodi pada institusi masing-masing," jelasnya.

 

Sedangkan kerja sama dengan pesantren, jelas Arfin, untuk semakin memperkuat program KKN berbasis pesantren yang sudah terselenggara dan merupakan ide brilian dari rektor UIM.

"Selama ini KKN berbasis pemerintah dan swasta. Padahal KKN di pesantren lebih mudah kan. Dan program bersama antara UIM dan pesantren lebih maksimal, seperti pembinaan umat dengan melibatkan akademisi di sejumlah fakultas di UIM," urai sekretaris DPW NU Sulsel tersebut.

Kabag Humas dan Kerja Sama UIM, dr Wachyudi Muchsin SH menambahkan, kerja sama ini sesuai amanah rektor UIM dan yayasan bahwa saatnya bersinergi untuk pengembangan pendidikan.

"Tidak zaman lagi berdiri sendiri," ujar dokter Yudi

#Universitas Islam Makassar