Jumat, 30 Oktober 2020 05:49

Warga Tamangapa Hanya Kebagian Bau Sampah, Appi: Nanti Harus Kebagian Uangnya Juga!

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Warga Tamangapa Hanya Kebagian Bau Sampah, Appi: Nanti Harus Kebagian Uangnya Juga!

Dengan adanya pembangkit listrik bertenaga sampah itu, lanjut Appi, manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat.

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Permasalahan sampah menjadi bagian dialog antara calon wali kota dan wakil wali kota Makassar, Munafri Arifuddin-Rahman Bando (Appi-Rahman) dan warga pada kampanye virtual, Kamis (29/10/2020). Karut marut permasalahan sampah di Kota Makassar, sudah disiapkan solusinya oleh pasangan nomor urut 2 ini.

Misalnya, saat salah satu warga yang bertanya bagaimana cara Appi-Rahman nanti menyikapi pengelolaan sampah di TPA Tamangapa. Appi menjawab, keberadaan TPA di Tamangapa, tidak boleh menjadi beban warga di sekitarnya. Justru, harus ada nilai ekonomisnya.

"TPA Tamangapa tidak boleh jadi beban warga. Appi-Rahman menegaskan, warga Tamangapa tidak boleh hanya kebagian bau sampahnya saja. Harus ada uang didapat dari situ, harus ada nilai ekonomisnya,” kata Appi bersemangat.

Baca Juga : 

Bagaimana caranya? Appi kemudian menjabarkan. Seperti, pembuatan Pembangkit Listrik Bertenaga Biomassa Sampah atau PLTSa. “Sampah yang menumpuk itu ada manfaatnya kalau dikelola dengan baik. Kita buatkan pembangkit listrik misalnya. Ini yang belum ada,” lanjut Appi.

Dengan adanya pembangkit listrik bertenaga sampah itu, lanjut Appi, manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat. “Listrik warga sekitar TPA bisa kita gratiskan,” lanjut Appi.

 

Di bidang penyerapan tenaga kerja, pembangkit listrik tenaga sampah itu tentu berdampak signifikan. Program pembangunan PLTSa itu pasti membutuhkan tenaga kerja.

“Begitu juga kalau nanti sudah beroperasi, pasti akan menyerap tenaga kerja. Jadi saya ulangi, warga tidak boleh hanya kebagian baunya sampah saja. Harus ada manfaat yang didapat,” tutup Appi.

Sementara itu, Rahman Bando menyambung dengan mengkritisi kinerja pemerintahan selama ini dalam pengelolaan sampah. Yang jauh dari janji dengan bukti.

“Dulu janjinya sampah akan dipilah-pilah. Tapi buktinya, sampah diangkut dikasi naik di truk yang sama, ditumpah di tempat yang sama,” tukas Rahman.

“Akhirnya, ketika sampai di TPA, jadi susah mau dipisah-pisah. Mana sampah organik, mana sampah yang bisa diolah dan yang tidak bisa diolah,” demikian Rahman.

#appi-rahman