Sabtu, 24 Oktober 2020 15:04

Citra Barru Menasional, Pemda Barru Terima Kunjungan Kerja Tiap Pekan

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Citra Barru Menasional, Pemda Barru Terima Kunjungan Kerja Tiap Pekan

Di tempat inilah, Andi Mattalatta melakukan pendaratan untuk melakukan konferensi pembentukan TNI Divisi Hasanuddin bersama empat resimen kala itu di Indonesia timur, sehingga di Desa Pacceke berdiri Monumen Paccekke.

RAKYATKU.COM,BARRU - Selain Mal Pelayanan Publik (MPP) yang kerap dikunjungi rombongan pejabat maupun anggota DPRD kabupaten di Sulsel dan luar Sulsel, tempat lain di Barru yang menarik perhatian adalah Embung Pacekke. Embung ini terletak di Desa Paccekke, Kecamatan Soppeng Riaja.

Di tempat ini, Sekretaris Daerah Barru, Abustan AB menyampaikan selamat datang kepada rombongan anggota DPRD Sulbar dan DPRD Jeneponto kala menerima kunjungan kerja mereka.

"Untuk menempuh dengan jalan kaki sekitar kurang lebih 1 kilometer, tetapi bukan menjadi penghalang untuk sampai di embung dan tetap semangat disambut madu produksi bumdes," sambut Abustan.

Baca Juga : 

Alumnus magister perencanaan wilayah Unhas ini, memberikan selayang pandang Kabupaten Barru. Ia menjelaskan bahwa Barru bukanlah kabupaten baru. Dia menjelaskan akar kata Kabupaten Barru yang pada awalnya tertulis 'Berru' dari kayu Berru yang banyak tumbuh kala itu.

Selain itu, tidak lupa disebutkannya ayat dalam Al-Qur'an yang menegaskan bahwa kata "Barru" merupakan salah satu Asmaul Husna.

“Alhamdulilah, nama Barru juga termaktub dalam ayat suci Al-Qur'an, yang berarti sesungguhnya kami menyembah-Nya sejak dahulu. Dialah Yang Maha Melimpahkan Kebaikan, Maha Penyayang, (QS. At-Tur: 28). Sehingga disimpulkan kalau orang Barru itu Insyaallah, selalu berbuat baik dan menciptakan kedamaian," ungkap Abustan.

 

Dirinya juga menjelaskan mengenai Desa Pacekke yang berada di Kecamatan Soppeng Riaja. Lokasi ini merupakan lokasi bersejarah. Di tempat inilah, seorang pahlawan, Andi Mattalatta melakukan pendaratan untuk melakukan konferensi pembentukan TNI Divisi Hasanuddin bersama empat resimen kala itu di Indonesia timur, sehingga di Desa Pacceke berdiri Monumen Paccekke.

Syamsul Samad selaku ketua Komisi I DPRD Sulbar dan Islam Iskandar ketua Komisi I DPRD Jeneponto yang memimpin rombongan juga bergantian menyampaikan tujuan kedatangannya. Hal ini untuk melihat langsung dan mengambil pengalaman atas Embung Paccekke yang pernah didaulat menjuarai lomba inovasi desa tingkat nasional.

Islam Iskandar mengatakan, para anggota DPRD khususnya Komisi I berasal dari desa yang tersebar di kabupaten yang dikenal sebutan Butta Turatea. Butuh bahan masukan yang nantinya menjadi pembahasan terkait pembangunan potensi desa di Kabupaten Jeneponto.

Hal itu juga dikatakan Syamsul Samad bahwa masih banyak desa di Sulbar, hampir sama dengan Desa Paccekke, lokasinya berada di kawasan pegunungan, tetapi masih perlu inovasi seperti yang dilakukan di Desa Pacekke.

"Harapan kami, di Provinsi Sulbar nantinya apa yang kami dapatkan tentunya menjadi bahan pembahasan dalam rangka pengembangan potensi dan inovasi desa," ujar Syamsul Samad yang telah menjadi anggota DPRD selama tiga periode ini.

Lebih lanjut, Syamsul juga memuji Desa Paccekke karena bukan hanya embung desanya, akan tetapi tenyata ini adalah daerah pertanian dan bersejarah di Indonesia.

Terkait embung desa, Kades Pacekke Dahlan menjelaskan, embung ini dibangun menggunakan Anggaran Dana Desa (ADD), hingga tahun 2019.

Embung tersebut telah berjalan sesuai fungsinya yakni penyuplai air bagi area persawahan. Dan juga dimanfaatkan sebagai objek wisata air. Terlebih, setelah Kementerian Desa (Kemendes) RI menetapkan Desa Paccekke sebagai embung terbaik di Indonesia 2019.

"Alhamdulillah embung ini terbaik 1 tingkat nasional," tutur Dahlan.

Penulis : Achmad Afandy
#barru