Selasa, 13 Oktober 2020 15:59

Tim Anir-Lutfi Bakal Bedah Rumah dan Obati Nenek 70 Tahun

Fathul Khair Akmal
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Rumah Becce Daeng Pati, di Kampung Laikang, Kelurahan Talaka, Kecamatan Ma'rang, Pangkep, Selasa (13/10/2020).
Rumah Becce Daeng Pati, di Kampung Laikang, Kelurahan Talaka, Kecamatan Ma'rang, Pangkep, Selasa (13/10/2020).

Tim kampanye paslon nomor urut 4, Andi Nirawati-Lutfi Hanafi (Anir-Lutfi) menemui keluarga Becce Daeng Pati, di Kampung Laikang, Kelurahan Talaka, Kecamatan Ma'rang, Pangkep, Selasa (13/10/2020).

RAKYATKU.COM, PANGKEP - Tim kampanye paslon nomor urut 4, Andi Nirawati-Lutfi Hanafi (Anir-Lutfi) menemui keluarga Becce Daeng Pati, di Kampung Laikang, Kelurahan Talaka, Kecamatan Ma'rang, Pangkep, Selasa (13/10/2020).

Becce yang kini berusia 70 tahun, mengalami gangguan psikologis. Dia mengalami trauma, setelah sang kakak meninggal dunia.

Becce terus mengurung diri, di dalam rumah panggung yang tidak layak huni. Dia tidak ingin menemui orang-orang. Dan tidak suka keramaian. Sudah lima tahun lamanya Becce seperti ini.

Baca Juga : Lutfi Hanafi Ajak Bupati Pangkep Foto Bareng Usai Nyoblos di TPS

"Itu nenek trauma saat kakaknya meninggal. Setelah itu trauma bertemu orang. Ceritanya dulu sebelum meninggal, kakaknya itu mencekik dia, makanya trauma ketemu orang. Mungkin trauma pernah rasakan kekerasan," kisah Lutfi, kerabat Becce saat ditemui tim Anir-Lutfi di rumahnya.

Selain butuh bantuan kesehatan, dia menuturkan wanita yang biasa dipanggil nenek itu, harus pula mendapat bantuan sosial.

 

"Kondisi kesehatannya sangat memprihatinkan. Seringkali marah-marah tidak jelas, ketakutan, bicara sendiri, sampai lompat dari rumahnya. Rumahnya juga sudah tidak layak, sengnya bocor, itu bagian belakangnya mau rubuh. Pagarnya juga selalu ditutup, tidak mau kalau ada yang masuk. Jadi perlu diperhatikan untuk bansosnya," tutur lelaki 37 tahun ini.

Baca Juga : Besok Pencoblosan, Anir-Lutfi ke Pemilih: Awali dengan Basmalah

Dia juga menjelaskan, dulunya, kerabatnya itu pernah diperjuangkan untuk diberikan bantuan sosial. Namun hingga kini bantuan itu tak kunjung datang. Dan belum terdaftar sebagai penerima bansos.

"Biasa dia masak ji sendiri, cuma kita biasa kasih air minum ji. Di taruh depan pagar baru dia ambil sendiri. Kadang juga kalau bagus ki perasaannya, diantarkan naik," jelasnya.

Tim kampanye Anir-Lutfi pun mendata Nenek Becce agar masuk skala prioritas untuk mendapat bantuan.

Baca Juga : Kawal Pemungutan Suara, Anir-Lutfi Siapkan 2.100 Saksi di Semua TPS

"Tentu apa yang kami temukan di lapangan menjadi catatan kami dan akan diprioritaskan dalam program Anir-Lutfi ketika nanti menjabat. Untuk program kesehatan kami punya Home Care dan Home Visit. Yang mana pasien tetap di rumah dan akan dikunjungi langsung oleh tim dokter. Begitupun, tim akan memastikan setiap keluarga yang kurang mampu terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan dan Anir-Lutfi akan menciptakan pelayanan rumah sakit yang gratis dan berkualitas," kata Ita salah satu anggota tim Anir-Lutfi di hadapan keluarga Becce.

Selain bakal mengakomodir Becce dalam hal kesehatan, tim dengan tagline Appakabaji ini, akan memudahkan dan memprioritaskan bansos bagi warga yang masuk dalam kategori tidak mampu.

"Dicatat mi namanya ini, nanti bakal menerima bansos melalui program PKH, penerima bansos bagi warga miskin dan bisa juga umrah gratis 50 orang per tahun untuk imam masjid, guru mengaji, pemandi jenazah, dan kaum dhuafa serta rumahnya ini akan masuk dalam program bedah 100 rumah per tahun untuk keluarga miskin," jelas dia.

Selain menyisir beberapa tempat di Laikang, tim oranye juga segera menemui beberapa kaum dhuafa lainnya yang telah terdata oleh tim Anir-Lutfi.

#anir-lutfi #pilkada pangkep 2020