Minggu, 04 Oktober 2020 19:08

Mentan Syahrul Pantau Jalannya Produktivitas Pertanian di Pulau Buru

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Mentan Syahrul Pantau Jalannya Produktivitas Pertanian di Pulau Buru

Kunjungan Mentan ke Halmahera merupakan perintah Presiden RI untuk melihat daerah yang bisa dikembangan serta dioptimalkan menjadi kekuatan ketahanan pangan khususnya di kawasan Indonesia Timur.

RAKYATKU.COM - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melakukan kunjungan kerja optimalisasi lahan di Desa Margo Mulyo, Kecamatan Kao Barat, Kabupaten Halmahera Utara, Pulau Buru, Minggu (4/10/2020).

Di sana, Mentan memantau jalannya produktivitas pertanian di Pulau Buru yang memiliki skala produksi mencapai 8 ton dalam sekali panen.

Menurut Syahrul, capaian tersebut bahkan bisa bertambah banyak mengingat kondisi alam di Pulau Buru sangat menjanjikan.

Baca Juga : Mentan Andi Amran Sulaiman Apresiasi Penjabat Gubernur Prof Zudan

"Caranya adalah varietas harus lebih bagus, budi daya yang diolah lebih dikembangkan, pupuk harus berimbang. Selain itu kita persiapkan pompa air pascapanen lebih rapih lagi agar bisa dimanfaatkan dengan maksimal," katanya.

Menurut Mentan, kunjungan ke Halmahera merupakan perintah Presiden RI untuk melihat daerah yang bisa dikembangan serta dioptimalkan menjadi kekuatan ketahanan pangan khususnya di kawasan Indonesia Timur.

Baca Juga : Kementerian Pertanian Beri 300 Beasiswa Pengembangan SDM Sawit untuk Lulusan SMA di Sulsel

"Oleh karena itu Pulau Buru menjadi pilihan dan tentu akan kami optimalkan yang ada di sini. Insya Allah pendekatan-pendekatan food estate seperti yang diharapkan Presiden kita coba terapkan di sini," katanya.

Sebagai informasi, saat ini pemerintah sedang membangun pertanian integrasi food estate di sejumlah daerah. Food estate sendiri merupakan program dari beberapa macam komoditi yang ada. Termasuk kebutuhan beras sebagai kebutuhan utama masyarakat Indonesia.

Bukan hanya itu saja, food estate juga membangun komoditi berbagai perkebunan, hortikultura, tanaman pangan, dan peternakan.

Baca Juga : Pejabat Bupati Wajo Hadiri Kunjungan Mentan RI di Rujab Gubernur Sulsel

Terkait rencana tersebut, Mentan meminta kepada seluruh jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) untuk turun tangan dalam memberikan bantuan berupa pupuk, bibit, alsintan, serta sarana dan prasana lainnya.

"Mari kita ubah peradaban karena di Pulau Buru banyak sekali yang bisa dijadikan penggedor laju sektor pertanian. Saya akan terus mengawal dan mendukung segala upaya penanaman di daerah ini," katanya.

Baca Juga : Ditjen Perkebunan Kementan Tetapkan Harga Pembelian Tebu

Kabupaten Buru memiliki luas baku sawah 7.328 hektare. Bahkan di tahun 2019 panen padi mencapai 12.457 hektare dengan produktivitas 47.610 ton GKG atau setara 27.314 ton beras.

 

#kementan