Minggu, 04 Oktober 2020 17:14

Dukung Gubernur Perangi Corona, Erwin Aksa Bentuk Gerakan Masyarakat Sulsel Peduli Covid-19

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Erwin Aksa (kiri)
Erwin Aksa (kiri)

Erwin Aksa mengatakan semua elemen bangsa, pemerintah maupun swasta harus turut berkontribusi, dalam kebersamaan yang bersifat partisipatif memerangi virus corona.

RAKYATKU.COM - Pemerintah tak bekerja sendiri dalam melawan Covid-19. Ada saja orang-orang yang peduli. Ikut melakukan aksi nyata untuk mencegah penularan lebih luas.

Erwin Aksa salah satunya. Pengusaha nasional asal Makassar yang mantan ketua umum BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi). Dia putra mantan Wakil Ketua MPR RI, HM Aksa Mahmud.

Erwin Aksa memprakarsai terbentuknya gerakan Masyarakat Sulawesi Selatan Peduli Covid-19. Gerakan ini mendapat dukungan penuh "Bosowa Peduli". Diluncurkan Minggu (4/10/2020) di Hotel Aryaduta Makassar.

Baca Juga : MUI Sebut Saf Salat Berjemaah Boleh Rapat, Satgas COVID-19 Menolak

"Ini bukan lembaga formal, tetapi murni gerakan civil society yang memiliki concern terhadap perkembangan penanganan Covid-19," kata Erwin Aksa usai Focus Group Discussion yang menandai mulainya bekerja organisasi tersebut.

"Kita prihatin melihat perkembangan Covid-19 ini. Kita tidak mau lockdown lagi, ekonomi mati, masyarakat makin susah hidupnya, pemerintah pun kesulitan. Sebagai warga negara asal Sulsel, saya memprakarsai gerakan ini untuk berkontribusi dan membantu gubernur Sulsel. Semua elemen bangsa, pemerintah maupun swasta harus turut berkontribusi, dalam kebersamaan yang bersifat partisipatif," katanya.

 

Erwin menjelaskan, gerakan ini akan melakukan serangkaian FGD yang melibatkan semua profesi berbagai bidang keahlian kesehatan yang terkait dengan penanganan Covid. Bukan hanya profesi medis dengan aneka macam spesialisasinya, tetapi juga profesi lain seperti ekonom, sosiolog, hukum, ahli pemerintahan, dan lainnya.

Baca Juga : Malam-Malam, Appi Bawa Bantuan untuk Korban Kebakaran di Jalan Kumala

Sponsored by MGID

"Nah dari serangkaian FGD tersebut gerakan masyarakat ini harus melahirkan rekomendasi-rekomendasi yang akan dikontribusikan kepada pemerintah. Nanti jadi acuan bagi gubernur Sulsel, pemerintah kabupaten/kota, bahkan pemerintah pusat untuk mengambil kebijakan-kebijakan intervensi penanggulangan Covid-19," katanya.

Untuk menjalankan gerakan ini, Erwin menunjuk Direktur Bosowa Energy Azhary Sirajuddin selaku ketua organizing committee yang akan mengurus fasilitasi keperluan terlaksananya serangkaian FGD, kerja sama antar kelembagaan.

Baca Juga : Ikut Tandatangani Pakta Integritas, Dekan FISIP Unibos Siap Perkuat Golkar Makassar dari Dalam

Sementara Prof Dr Nadjib Bustan, ahli epidemologi lulusan Amerika ditunjuk sebagai ketua steering committee yang bertugas mengarahkan jalannya serangkaian diskusi sampai melahirkan rekomendasi.

Mantan Rektor Universitas Hasanuddin, Prof Dr Idrus Paturusi yang bergabung FGD perdana lewat aplikasi Zoom karena berada di Jakarta, menyambut baik dan salut atas prakarsa Erwin Aksa ini.

"Gerakan ini harus melahirkan, bukan sekadar rekomendasi yang hanya akan disimpan, tetapi strong recomendation bernilai tambah yang benar-benar dapat dieksekusi oleh pemerintah karena memiliki basis disiplin ilmu yang kuat dan beragam sehingga efektif diterapkan dalam penanggulangan masalah," papar Prof Idrus yang pernah terpapar Covid-19 namun berhasil sembuh.

Baca Juga : Pengurus Golkar Makassar 350 Orang, Appi Tarik Kader Partai Lain dan Kalangan Tionghoa

Erwin sepakat dan membenarkan saran Idrus. Harus dilahirkan rekomendasi untuk dipakai pemerintah sebagai acuan dalam mengambil kebijakan-kebijakan intervensi.

"Jakarta lockdown lagi, semua orang tinggalkan Jakarta lalu ke Jawa Barat di sana lagi meningkat kasus positifnya. Ini karena kebijakan pemerintah daerah yang bersifat parsial. Nah kita harapkan pemerintah Sulsel fokus dulu pada kawasan Mamminasata, yaitu Makassar, Maros, Sungguminasa (Gowa), Takalar," tutupnya.

 

Sponsored by advertnative
 
#appi-rahman #Satgas Covid-19 #Munafri Arifuddin