Senin, 28 September 2020 19:05

Makan Sekantong Permen Berminggu-Minggu, Pria di AS Meninggal

Fathul Khair Akmal
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ilustrasi permen (Shutterstock/Africa Studio)
Ilustrasi permen (Shutterstock/Africa Studio)

Pria tersebut beralih dari permen rasa buah berwarna merah ke rasa licorice hitam selama beberapa pekan sebelum kematiannya tahun lalu.

RAKYATKU.COM - Seorang pekerja bangunan di Massachusetts, Amerika Serikat (AS) meninggal dunia setelah memakan sekantong permen akar manis atau licorice selama berminggu-minggu. Pada Rabu, para dokter melaporkan pria berusia 54 tahun ini memakan sekantong setengah permen setiap hari selama berminggu-minggu yang menyebabkan jantungnya berhenti.

"Bahkan jumlah kecil licorice yang Anda makan bisa meningkatkan tekanan darah," kata ahli jantung di Rumah Sakit Umum Massachusetts, Dr Neel Butala, yang menjelaskan kasus ini di New England Journal of Medicine, dikutip dari Alarabiya, Minggu (27/9).

Masalahnya adalah kandungan glycyrrhizic acid, yang ditemukan dalam licorice hitam dan di dalam banyak makanan lainnya dan suplemen makanan yang mengandung ekstrak akar licorice.

Baca Juga : 

Kandungan tersebut bisa menyebabkan kalium sangat rendah dan ketidakseimbangan dalam mineral lain yang disebut elektrolit.

Memakan sedikitnya 2 ons licorice hitam sehari selama dua pekan bisa menyebabkan masalah ritme jantung, khususnya untuk orang di atas 40 tahun, demikian diperingatkan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA).

“Ini lebih dari sekadar batang licorice. Ini bisa berupa permen jelly, teh licorice, dan banyak lagi yang dijual bebas. Bahkan beberapa bir, seperti bir Belgia, memiliki senyawa ini di dalamnya, seperti halnya beberapa tembakau kunyah," kata Dr. Robert Eckel, ahli jantung Universitas Colorado dan mantan presiden Asosiasi Jantung Amerika (AHA).

Kematian ini secara jelas merupakan kasus ekstrem.Pria tersebut beralih dari permen rasa buah berwarna merah ke rasa licorice hitam selama beberapa pekan sebelum kematiannya tahun lalu.

Dia tak sadarkan diri saat makan siang di sebuah restoran cepat saji. Para dokter menemukan dia mengalami kalium rendah, yang menyebabkan gangguan ritme jantung dan masalah lainnya. Petugas gawat darurat melakukan CPR dan dia bertahan namun meninggal keesokan harinya.

Butala menyampaikan, FDA mengizinkan sampai 3,1 persen makanan mengandung glycyrrhizic acid, tapi banyak permen dan produk licorice lainnya tak mencantumkan berapa banyak kandungan licorice-nya per ons. Dokter melaporkan kasus tersebut ke FDA dengan harapan ada perhatian yang meningkat terkait risiko licorice ini.

Juru bicara perusahaan Hershey, yang salah satu produknya adalah permen Twizzlers licorice twists, mengatakan dalam sebuah surel bahwa semua produk mereka aman dikonsumsi dan diformulasikan sesuai regulasi FDA. Dia mengingatkan, semua produk makanannya, termasuk permen, harus dikonsumsi dengan tidak berlebihan.

sumber: merdeka.com

#viral #Unik