Sabtu, 19 September 2020 09:05

Butuh Tambahan 10 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Lagi, Indonesia Bujuk UEA

Fathul Khair Akmal
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ilustrasi
Ilustrasi

Sebelumnya Indonesia dipastikan akan mendapat jatah 20 juta dosis vaksin Covid-19 dari negeri Arab itu.

RAKYATKU.COM - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, tengah berusaha meminta tambahan 10 juta dosis Vaksin Covid-19 dari Uni Emirat Arab (UEA).

"Kalau yang 20 juta dosis itu sudah dapat ya, enggak ada masalah. Kita ingin tambah lagi, jadi kita ingin kalau boleh tambah 10 juta lagi," ujar Luhut, dikutip dari Liputan6.com.

Luhut mengatakan permintaan tersebut disampaikan ke pemerintah UEA karena komunikasi antara dua negara berjalan sangat baik. Dia pun mengaku sudah melaporkan rencana tambahan dosis vaksin itu kepada Presiden Joko Widodo.

Baca Juga : 

Disinggung peluang permintaan tambahan dosis tersebut, Luhut yakin pemerintah UEA akan memenuhinya krena Presiden Jokowi merupakan sahabat dekat Putra Mahkota Abu Dhabi, Syeikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan.

Namun demikian, Luhut akan tetap melakukan lobi agar permintaan 10 juta dosis tambahan tersebut benar-benar bisa dikabulkan.

" Mungkin nanti Presiden bisa saja bertelepon dengan Mohammed bin Zayed, itu teman beliau. Tapi saya mau coba dulu kalau dengan level kami bisa tambah lagi 10 juta dosis, jadi total 30 juta, saya kira sudah cukup," ucap dia.

Selanjutnya, Luhut mengatakan petugas kesehatan akan menjadi penerima pertama vaksin tersebut. Ini mengingat mereka menjadi barisan terdepan dalam penanganan Covid-19.

Selain itu, Jawa dan Bali menjadi wilayah prioritas dalam penyaluran vaksin pada tahan awal. Diprediksi vaksin mulai disebarkan awal Desember 2020.

" Jangan sampai ada lagi dokter kita atau perawat kita yang kena dan jadi korban Covid-19 ini. Itu prioritas kita, baru setelah itu lebih luas lagi. Lalu (daerah) yang paling pertama Jawa-Bali, kenapa Jawa-Bali? Memang sumber Covid-19 ini paling banyak di daerah ini sekarang," ucap dia.

#Vaksin Covid-19