Selasa, 15 September 2020 17:13

Komisi Informasi Pusat Apresiasi Akses Keterbukaan Publik Kementan

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Komisioner Komisi Informasi Pusat (KIP), Romanus Ndau Lendong.
Komisioner Komisi Informasi Pusat (KIP), Romanus Ndau Lendong.

Sejauh ini baru ada dua kementerian yang sudah melakukan keterbukaan informasi publik secara baik, yaitu Kementan dan Kementerian Keuangan.

RAKYATKU.COM - Komisioner Komisi Informasi Pusat (KIP), Romanus Ndau Lendong mengapresiasi layanan informasi dan sistem keterbukaan publik yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) selama beberapa tahun terakhir.

"Dengan mendorong keterbukaan informasi publik, sekaan memberi panggilan kepada kita semua untuk kembali kepada sektor pertanian. Karena pertanian merupakan jantung hidup sebuah bangsa," ujar Romanus, Selasa (15/9/2020).

Menurut Romanus, keterbukaan publik penting dilakukan oleh kementerian dan lembaga lain untuk membuka akses informasi masyarakat. Hanya dengan hal itu, kata Romanus, masyarakat bisa lebih tahu apa yang bisa diharapkan oleh kementerian tersebut.

Baca Juga : 

"Saya melihat Menteri Pertanian berserta jajarannya punya semangat yang tinggi, dan itu menjadi modal penting bagaimana menumbuhkan budaya keterbukaan itu," katanya.

Perlu diketahui, sejauh ini baru ada dua kementerian saja yang sudah melakukan keterbukaan informasi publik secara baik, yaitu Kementan dan Kementerian Keuangan.

Romanus menilai program dan kebijakan yang ada di sebuah kementeriam dan lembaga tidak akan cukup jika hanya mengacu kepada program komisi informasi saja. Namun, harus ada badan publik yang punya inisiatif di alam terbuka.

"Saya berharap tahun depan pertanian bisa menjadi penyandang dana terbesar nasional sehingga masyarakat kembali lagi ke sektor pertanian. Mari kita buktikan bahwa menjadi petani lebih baik bahkan lebih mulia daripada menjadi karyawan pabrik," karanya.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri menyampaikan bahwa di tahun 2020 ini Kementan terus mengalami peningkatan kualitas informasi yang cukup signifikan.

Sebagaimana arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk lebih responsif, inovatif dan mampu menjawab tantangan secara tepat, terbukanya informasi kinerja pembangunan pertanian yang akan berdampak positif dalam penyelenggaraan negara yang baik, bersih, transparan, dan akuntabel

Kondisi ini menurut Kuntoro sekaligus membuktikan bahwa monitoring dan evaluasi rutin dilakukan, terutama untuk memberikan informasi yang lebih baik dan aktual.

"Di tahun 2020 kualitas informasi publik dan layanan informasi Kementan menjadi 10 persen yang mana tahun sebelumnya hanya satu persen. Ini menjadi sebuah kebanggaan kami karena peningkatannya begitu tinggi," tutur Kuntoro.

#kementan