Minggu, 30 Agustus 2020 13:02
Ilustrasi.
Editor : Nur Hidayat Said

RAKYATKU.COM - Sekitar 3.700 orang di Swedia mendapat diagnosis keliru soal Covid-19. Mereka sehat, tetapi dinyatakan terinfeksi.

 

Badan Kesehatan Masyarakat Swedia pada Selasa (25/8/2020) mengatakan itu gara-gara alat tes Covid-19 yang dibeli dari Tiongkok mengalami kesalahan.

Tes kit itu berasal dari BGI Genomics, yang ternyata tidak bisa membedakan tingkat virus rendah dan hasil negatif.

Baca Juga : Perdana Menteri Swedia Kecam Pembakaran Alquran di Stockholm

"Suplier harus menyesuaikan kinerja yang diperlukan agar alat tes ini bisa digunakan," kata Karin Tegmark Wisell, Kepala Badan Kesehatan Masyarakat Swedia departemen mikrobiologi.

 

Alat tes itu sudah diekspor secara luas ke beberapa negara. Akan tetapi, pihaknya menolak memberikan keterangan lebih lanjut.

BGI Genomics, belum mengeluarkan pernyataan tentang hal ini. Dua anak perusahaan BGI Genomics masuk dalam daftar hitam ekonomi Amerika Serikat karena diduga terlibat dalam pelanggaran HAM terkait perlakuan Tiongkok atas etnis Uighur.

Baca Juga : Putin Persilahkan Finlandia dan Swedia Gabung NATO, Tapi Ingatkan Hal Ini!

Labolatorium–labolatorium Swedia yang mengevaluasi tes Covid-19 telah menyesuaikan metodelogi mereka.

Badan Kesehatan Masyarakat Swedia belum bisa memberikan informasi berapa persisnya banyak tes Covid-19 yang sudah dilakukan menggunakan alat tes tersebut, hanya sedikit kasus yang baru ketahuan, khususnya ketika virus pada level yang rendah.

Swedia mengatakan kesalahan hasil diagnosis ini hanya berdampak marginal pada statistik kasus infeksi Covid-19 di negara itu.

Baca Juga : Rusia Peringatkan Finlandia-Swedia, Bergabung dengan NATO Kesalahan Besar

Sumber: Asia One