Kamis, 20 Agustus 2020 17:31

Proses Kiamat Alam Semesta Menurut Ilmuwan

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ilustrasi.
Ilustrasi.

"Alam semesta akan menjadi tempat yang kesepian, dingin dan menyedihkan," tulis pakar teori fisika, Matt Caplan, dalam risetnya itu. Ia adalah asisten profesor di Illinois State University, Amerika Serikat.

RAKYATKU.COM - Sebagian ilmuwan meneliti bagaimana akhir dunia atau kiamat berdasarkan sains. Bukan saja akhir Bumi, tetapi juga alam semesta.

Dikutip dari Fox News, dalam penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal Monthly Notices oleh Royal Astronomical Society, alam semesta diprediksi akan berakhir pada beberapa triliun tahun lagi.

Walau masih begitu lama, digambarkan apa yang bakal terjadi saat itu. Bintang-bintang terus meledak walau prosesnya pelan-pelan, tidak seketika seperti dentuman besar.

Baca Juga : 

Pada saat itu alam semesta bisa dikatakan sudah mati dan seluruh bintang pun akan tamat riwayatnya.

"Alam semesta akan menjadi tempat yang kesepian, dingin dan menyedihkan," tulis pakar teori fisika, Matt Caplan, dalam risetnya itu. Ia adalah asisten profesor di Illinois State University, Amerika Serikat.

"Saya menjadi seorang fisikawan untuk satu alasan. Saya ingin berpikir tentang pertanyaan besar, yaitu kenapa alam semesta berada di sini dan bagaimana akan berakhir?" katanya mengenai motivasi melakukan riset ini.

Pada akhir alam semesta, bintang-bintang berukuran masif akan meledak menjadi supernova ketika kandungan besi terakumulasi di intinya, membuat bintang itu kolaps.

Akan tetapi, bintang yang lebih kecil untuk sementara selamat karena tidak punya gravitasi atau kepadatan untuk memproduksi besi semacam itu.

Biar begitu, seiring berjalannya waktu, bintang-bintang katai putih akan menjadi lebih padat, berubah menjadi bintang katai hitam yang dapat memproduksi materi besi. Tidak ada lagi cahayanya.

"Saat bintang katai putih mendingin dalam beberapa triliun tahun lagi, mereka akan menjadi semakin redup, akhirnya menjadi solid dan berubah bintang katai hitam yang tak lagi bersinar," urai Caplan.

Bintang katai hitam yang berukuran masif kemudian juga akan meledak menjadi supernova, diikuti oleh bintang yang berukuran lebih kecil sampai tidak ada sisanya lagi.

"Sulit membayangkan ada yang hadir lagi setelah itu. Supernova katai hitam itu mungkin akan menjadi hal menarik terakhir di alam semesta. Mereka mungkin adalah supernova terakhir," tambahnya.

Setelah itu, galaksi-galaksi lenyap, lubang hitam menguap, dan dengan demikian berakhirlah alam semesta. Tentunya, itu hanya skenario ilmuwan berdasarkan teori ilmiah.

#Kiamat #ilmuwan