Selasa, 18 Agustus 2020 17:32

Donald Trump akan Bermain Kotor di Pilpres Amerika Serikat

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Kamala Harris. (Foto: AP{ Photo)
Kamala Harris. (Foto: AP{ Photo)

"Mereka akan berupaya mengalihkan perhatian kita dari isu sebenarnya yang berdampak terhadap rakyat Amerika. Saya memprediksi mereka akan bermain kotor dan kami siap."

RAKYATKU.COM - Kamala Harris, calon Wakil Presiden Amerika Serikat, mempresiksi Donald Trump akan bermain kotor selama Pilpres Amerika Serikat.

Itu mengacu pada pernyataan Trump pekan lalu yang menduga Kamala Harris tidak lahir di AS sehingga tidak pantas menjadi cawapres.

"Mereka akan berupaya mengalihkan perhatian kita dari isu sebenarnya yang berdampak terhadap rakyat Amerika. Saya memprediksi mereka akan bermain kotor dan kami siap," ujar Kamala Harris, Minggu (16/8/2020) waktu AS.

Baca Juga : Donald Trump Bakal Luncurkan Platform Media Sosial Sendiri

Kamala Harris memang bukanlah warga Amerika kaukasian. Ia lahir dari keturunan Afrika dan India, menjadikannya double minority di Pilpres Amerika kali ini.

Oleh Donald Trump, it dia kemas menjadi isu soal kewarganegaraan Kamala Harris. Donald Trump tidak terang-terangan menyebut Kamala Harris bukan warga Amerika, tetapi dengan meminjam pernyataan orang lain yaitu John Eastman, professor dari Chapman University.

 

John Eastman, dalam artikel di Newsweek, menduga Harris tidak lahir di Amerika mengingat ayahnya dari Jamaika dan ibunya dari India.

Baca Juga : Selama Menjabat Presiden AS, Kekayaan Donald Trump Menurun

"Saya dengar dia tidak memenuhi syarat (untuk jadi cawapres). Saya tidak tahu apakah itu benar atau tidak, nanti saya cek," ujar Donald Trump yang menyebut John Eastman adalah figur yang qualified.

Sponsored by MGID

Faktanya, Kamala Harris lahir dan besar di Amerika. Walau ayahnya dari Jamaika dan ibunya dari India, Kamala Harris lahir di Oakland, California.

Walau begitu, hal tersebut tidak menghalangi Donald Trump membawa isu kewarganegaraan dan tempat kelahiran. Ia sudah pernah melakukannya di zaman Presiden Barack Obama.

Baca Juga : Trump Selamat! 43 Suara Menolak Pemakzulan

Sumber: CNN

Sponsored by advertnative
 
#Kamala Harris #Pilpres AS #Donald Trump