Kamis, 13 Agustus 2020 19:02

Puluhan Negara Pesan 1 Miliar Dosis, Inilah Sputnik V Vaksin Covid-19 Buatan Rusia

Fathul Khair Akmal
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Foto: Vaksin Covid-19 dari Rusia (AP/Alexander Zemlianichenko Jr)
Foto: Vaksin Covid-19 dari Rusia (AP/Alexander Zemlianichenko Jr)

Ini Sputnik V, Vaksin Covid-19 Buatan Rusia yang Dipesan Puluhan Negara. Presiden Rusia, Vladimir Putin mengumumkan negaranya telah mendaftarkan Sputnik V sebagai vaksin Covid-19 pertama di dunia. Vaksin tersebut diklaim telah dipesan oleh 20 negara dari Amerika Latin, Timur Tengah, dan Asia.

 

RAKYATKU.COM - Sebanyak 20 negara dari Amerika Latin, Timur Tengah, dan Asia telah memesan vaksin virus corona Rusia, yang menjadi vaksin pertama di dunia. Presiden Rusia, Vladimir Putin pada Selasa mengonfirmasi vaksin telah didaftarkan.

Dalam sebuah konferensi pengumuman pendaftaran vaksin, Kepala Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) menjelaskan pihaknya telah menerima pesanan 1 miliar dosis.

Baca Juga : 

"Bersama dengan rekan luar negeri kami, kita siap memproduksi lebih dari 500 juta dosis vaksin setiap tahun," kata Kirill Dmitriev, dikutip dari Russia Today, Rabu (12/8).

Semua yang diproduksi di Rusia akan digunakan di dalam negeri, dan dosis untuk penggunaan di negara lain akan dibuat di luar negeri.

Menurut Dmitriev, RDIF juga bekerja untuk program bantuan kemanusiaan untuk negara-negara berkembang, dengan tujuan membuat vaksin Covid-19 tersedia di negara-negara yang tidak mampu memproduksi atau membeli sendiri.

Menjelaskan bahwa vaksinasi adalah masalah akut di negara-negara termiskin di dunia, Dmitriev mengatakan pihaknya percaya "orang di seluruh dunia harus memiliki akses yang sama untuk mendapatkan vaksin, terlepas dari situasi keuangan mereka."

Pada Selasa, Presiden Vladimir Putin mengumumkan negaranya telah mendaftarkan vaksin Covid-19 pertama di dunia. Dinamakan "Sputnik V", vaksin ini akan segera diproduksi massal, dan akan tersedia untuk masyarakat umum mulai Januari 2021. Meskipun telah terdaftar, vaksin tersebut masih akan melalui uji klinis lebih lanjut di Rusia dan Timur Tengah.

sumber: merdeka.com

#Vaksin Covid-19