Selasa, 28 Juli 2020 20:33

Makin Merana, Pemerintah AS Pangkas Paket Bantuan untuk Warga yang Menganggur

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ilustrasi. (Foto: Reuters)
Ilustrasi. (Foto: Reuters)

Paket bantuan sebesar USD600 yang diperoleh setiap pekannya dari pemerintah per 27 Juli dipangkas hanya menjadi USD200 hingga USD300 setiap pekannya.

RAKYATKU.COM - Pengangguran di Amerika Serikat (AS) makin merana. Paket bantuan sebesar USD600 yang diperoleh setiap pekannya dari pemerintah per 27 Juli dipangkas hanya menjadi USD200 hingga USD300 setiap pekannya.

Saat ini angka pengangguran AS telah mencapai 20 persen atau menimpa sekitar 30 juta pencari kerja.

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS), Steven Mnuchin, mengatakan pemerintah akan mengumumkan paket baru bantuan ekonomi terkait pandemi Covid-19.

Baca Juga : Percaya Vaksin COVID-19 Berbahaya, Pria Ini Bunuh Kakak, Kakak Ipar, dan Teman Ibunya

Paket bantuan itu akan memberikan tunjangan sebesar 70 persen dari upah setiap pekerja dan akan diberikan kepada 16 juta orang.

Namun, upaya itu diperkirakan akan dapat tentangan dari faksi Demokrat yang beroposisi, yang menentang cakupan bantuan itu.

 

Mnuchin, dalam acara "Fox News Sunday," menyebut 70 persen upah pengganti sebagai "angka yang sangat adil". Namun, angka baru itu, apabila disetujui kongres, akan mengurangi dengan tajam tunjangan pengangguran sebesar USD600 per pekan yang berlaku saat ini, menjadi sekitar USD200 per pekan. Tunjangan yang sekarang habis masa berlakunya pada Jumat (24/7/2020).

Baca Juga : Satu Keluarga di Amerika Serikat Ubah Jenazah Menjadi Pupuk

"Saya pikir para pekerja paham bahwa mereka seharusnya tidak dibayar untuk tinggal di rumah," kata Mnuchin.

Sponsored by MGID

Di CNN, penasihat ekonomi Presiden AS, Donald Trump, Larry Kudlow, menyebut angka 70 persen itu "cukup banyak".

Ketua DPR, Nancy Pelosi, mengkritisi keinginan pemerintahan Trump untuk mengurangi tunjangan pengangguran federal itu.

Baca Juga : Tunjangan Pengangguran Tinggi, Pekerja di AS Enggan Bekerja Lagi

"Alasan kita menetapkan USD600 adalah kemudahan," katanya dari Gedung Capitol. Dia menolak mengatakan apakah akan menerima untuk mengganti tunjangan pekanan sebesar USD600 yang akan habis masa berlakunya itu, dengan gagasan faksi Republik.

Gedung Putih dan sekutunya, faksi Republik, di kongres telah berusaha mengurangi tunjangan pengangguran federal untuk mengakhiri pembayaran yang lebih besar sejak Maret.
Sekitar 60 persen dari pekerja yang menganggur dalam empat bulan belakangan telah menerima tunjangan pengangguran yang nilainya lebih besar dibandingkan ketika mereka bekerja.

Sebuah laporan pertengahan Mei melaporkan bahwa seperlima pekerja yang menganggur, menolak kembali bekerja karena upah mereka lebih rendah dibanding tunjangan yang mereka terima.

Baca Juga : Dokumen Setebal 900 Halaman Bocor, AS yang Danai Penelitian Virus Corona di Lab Wuhan

Sumber: VOA Indonesia

Sponsored by advertnative
 
#Pengangguran #Amerika Serikat