Minggu, 12 Juli 2020 11:02

TMMD 108 di Bantaeng, TNI-Rakyat Gotong Royong Bangun Pelat Duiker

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Pembuatan pelat duiker menjadi salah satu sasaran fisik dalam TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-108 tahun 2020 di Desa Labbo, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng.
Pembuatan pelat duiker menjadi salah satu sasaran fisik dalam TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-108 tahun 2020 di Desa Labbo, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng.

Pembuatan pelat duiker menjadi salah satu sasaran fisik dalam TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-108 tahun 2020 di Desa Labbo.

RAKYATKU.COM, BANTAENG - Pembuatan pelat duiker menjadi salah satu sasaran fisik dalam TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-108 tahun 2020 di Desa Labbo, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng.

Tepatnya di Dusun Bawa. Tampak personel satgas TMMD dibantu masyarakat setempat dalam sasaran ini.

Sebagai informasi, pelat duiker atau biasa disebut gorong-gorong drainase. Posisinya sering dibangun di atas saluran air atau drainase. 

Konstruksi ini sangat penting untuk bangunan, karena fungsinya adalah mengaliri air hujan ke aliran sungai. Gorong-gorong ini yang nantinya akan menghubungkan pembuangan air menuju ke aliran sungai melalui drainase.

Pelat duiker ini salah satu program terpadu lintas sektoral. Antara TNI dengan kementerian, Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) pemerintah daerah, dan komponen bangsa lainnya itu sudah berjalan untuk yang ke-108 kalinya.

Masyarakat setempat bersyukur dengan dibuatnya pelat duiker ini. Sehingga saat musim penghujan datang, air tidak lagi menggenangi badan jalan.

Kepala Dusun Bawa, Saba, mewakili masyarakat setempat mengucapkan terima kasih kepada satgas TMMD yang menjadikan Desa Labbo dalam sasaran TMMD ke-108 ini.

"Kami sangat bersyukur dengan ada pembuatan pelat duiker. berkat kerja sama TNI dan masyarakat, yang sangat berguna pada saat musim hujan air tidak mengenangi badan jalan,"  ujarnya, Minggu (12/7/2020).

TMMD tidak hanya berlangsung di Kabupaten Bantaeng, melainkan serentak di beberapa daerah di Indonesia.

TMMD ke-108 di Bantaeng ini sudah dimulai sejak 30 Juni 2020. Akan berlangsung hingga 30 hari ke depan atau 29 Juli 2020.

Adapun sasaran fisik yakni peningkatan jalan tani, pembuatan 2 pelat duiker sepanjang 1 meter x 6 meter x 1 meter, pembuatan pagar poskesdes, rehabilitasi musala. 

Sementara sasaran nonfisik, berupa penyuluhan wawasan kebangsaan, pertanian, ketahanan pangan, kesehatan, keamanan, dan cegah tangkal radikalisme.

Loading...