RAKYATKU.COM - Pergantian penjabat Wali Kota Makassar, Prof Yusran Jusuf membuat kaget banyak pihak. Guru besar ilmu kehutanan itu belum genap dua bulan menjabat.
Salah satu yang heran adalah anggota DPRD Kota Makassar, Azwar. Dia juga menganggap keputusan itu merugikan masyarakat.
"Yang kasihan ini masyarakat, yang menjadi korban tentu masyarakat. Karena setiap ada pergantian pucuk pimpinan berarti perencanaan bisa jadi berubah, kemudian koordinasi terhadap SKPD-SKPD terkait juga butuh waktu lagi sehingga pelayanan bisa jadi terlambat," ujar legislator asal Fraksi PKS DPRD itu Kamis (25/6/2020).
Selain itu, penjabat yang baru tentu harus membangun ulang komunikasi ke pihak terkait lainnya, salah satunya DPRD Sulsel. Hal tersebut tentu membutuhkan waktu yang lama dan berpengaruh terhadap pembangunan Kota Makassar khususnya menangani pandemi corona.
"Makanya saya sangat menyayangkan dengan kejadian tiba-tiba ini, ada apa gerangan, ya menjadi tanda tanya besar," katanya.
Azwar mengaku sangsi terhadap penyebab pergantian Yusran karena alasan Covid-19. Dia menganggap kinerja Yusran selama sebulan memimpin Kota Makassar cukup baik.
"Salah satunya adalah misalnya pembentukan Inspektur Covid-19 di Kota Makassar. Ini cukup efektif berjalan," tuturnya.
Sebelumnya, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengaku membutuhkan pemimpin yang kuat atau strong leader untuk melawan corona di Makassar.
"Dibutuhkan strong leader, dibutuhkan strong leader," kata Nurdin di rumah dinasnya Kamis malam (25/6/2020).
Hingga Selasa (23/6/2020), tercatat 2.454 orang di Kota Makassar terkonfirmasi positif corona. Sebanyak 1.608 orang saat ini masih menjalani isolasi mandiri dan dirawat di rumah sakit. Ada 596 orang yang dirawat di RS dan 1.012 orang lainnya menjalani isolasi mandiri.
Sementara itu, 724 orang atau 29,5 persen dari yang terkonfirmasi positif dinyatakan sembuh dan 122 orang atau 5,0 persen meninggal dunia.
