Minggu, 05 Juli 2020 21:05

Si Cantik Lisa Korban Penyiraman Air Keras yang Kini jadi Pengusaha Perhiasan

Fathul Khair Akmal
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Si Cantik Lisa Korban Penyiraman Air Keras yang Kini jadi Pengusaha Perhiasan

Siti Nur Jazilah, mungkin bukan nama yang terlalu akrab di telinga. Tapi kalau menyebut face-off Lisa, barangkali langsung tercetus di benak kita wajah seorang wanita yang harus ditutup kulit dari pun

RAKYATKU.COM - Siti Nur Jazilah, mungkin bukan nama yang terlalu akrab di telinga. Tapi kalau menyebut face-off Lisa, barangkali langsung tercetus di benak kita wajah seorang wanita yang harus ditutup kulit dari punggungnya, karena peristiwa penyiraman air keras oleh sang suami yang termakan api cemburu.

Saat itu adalah tahun terberat perempuan bernama Siti Nur Jazilah, yang lebih akrab dipanggil Lisa. Tak hanya paras ayunya yang terenggut, rasa-rasanya secara psikis juga membuat lubang trauma yang dalamnya tak terkira. Sambil menjalani pengobatan hingga 7 tahun lamanya dan 17 kali operasi, pelan-pelan Lisa mencoba menemukan harapan untuk masa depannya, hingga kini hidupnya naik kelas menjadi pengusaha perhiasan yang sukses.

Lisa sempat berkecimpung di wilayah lokalisasi. Namun ia akhirnya meninggalkan tempat itu dan ikut dengan sosok pria bernama Mulyono yang menjadikannya istri kedua di Pasuruan. 

Sebenarnya, saat itu mereka bisa menjalani hidup dengan baik, namun status sebagai istri kedua tak membuat Lisa bahagia hingga ia sempat kabur ke Kalimantan. Entah bagaimana Mulyono masih bisa menemukan Lisa dan menjemputnya paksa. Sejak saat itu, Lisa seperti menghilang bak ditelan bumi.

Suatu hari di tahun 2006, Mulyono mengantarkan Lisa ke RS Dr. Soetomo bagian bedah plastik dalam kondisi wajahnya rusak dan tak bisa dikenali. Awalnya ia mengaku hanya kena cairan pembersih lantai, namun justru momen inilah yang membuka kedok bahwa sang suami yang menyiramnya dengan air keras.

Hal ini jadi sebuah kegegeran dan sorotan publik di tahun itu. Tak hanya proses hukum yang digelar, namun juga tim dokter yang diturunkan untuk kasus ini. Tak tanggung-tanggung, 42 dokter menangani kasus Lisa sendiri.

Operasi face-off Lisa jangan dibayangkan seperti oplas di film Korea. Karena kerusakan yang masif, perbaikannya pun benar-benar rumit dan bertahap dalam jangka waktu tahunan. Tahun 2006, tim dokter mengambil kulit punggung sebagai pengganti kulit wajah, serta membenahi bagian kelopak mata dan bibir.

Saat itu, lubang hidung Lisa sudah tertutup karena kulit yang meleleh, sehingga dokter pun harus membuat jalan napas baginya, dikutip dari boombastis.com.

Tahun 2007, saatnya Lisa menghilangkan sisa parut tahun lalu. Di tahun berikutnya, dokter membuatkan hidung dari tulang rusuk serta memperbaiki area mulut. 
Bukan hanya tentang wajah, tim medis perlu memperhatikan hingga detail pembuluh darah yang ada di kulit punggung dan kulit wajah. Hal ini terus berlangsung hingga tahun 2014 sampai 17 kali operasi, di mana tim dokter sebisa mungkin membuat Lisa mendapatkan wajahnya kembali.

Tak hanya menjalani prosedur rekonstruksi wajah di rumah sakit, Lisa pun tak meninggalkan RS Dr. Soetomo selama 7 tahun itu. Ia mendapatkan pendampingan intensif untuk mengembalikan kondisi psikis dan hubungan sosialnya, hingga akhirnya bisa benar-benar kuat untuk kembali hidup di tengah masyarakat.

Kalau mengingat hidup Lisa saat itu, rasanya mungkin begitu berat untuk dibayangkan. Tapi, ternyata Lisa punya semangat untuk bangkit yang baik. Dengan dukungan banyak pihak, Lisa merintis usaha di bidang fesyen, khususnya perhiasan.

Karya-karya perhiasan yang nampak mewah dan cantik, serta sang pemilik yang telah bertransformasi menjadi pebisnis perempuan nan anggun. Dari berbagai sumber, menyebutkan kalau pelanggan Lisa kebanyakan dari kalangan konglomerat.

Tampak juga beberapa foto Lisa berpose dengan istri mantan Wagub Jawa Timur dan Anne Avantie. Menunjukkan bahwa kiprah perempuan ini semakin melambung dan diakui banyak pihak.

Hidup memang terkadang terasa pilu. Meski demikian bukan berarti harapan itu tidak ada lagi. Bagi yang terus berusaha mencarinya, buah kesabaran akan tiba pada waktunya dengan sangat manis. Seperti yang dialami oleh Siti Nur Jazilah, atau Lisa.

Loading...