Sabtu, 27 Juni 2020 10:02

Hampir 10 Tahun Menikah Tak Kunjung Punya Anak, Istri Muda Ini Divonis Kanker Testis

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
ILUSTRASI
ILUSTRASI

Hampir satu dekade menikah, wanita muda ini tak kunjung punya anak. Saat mengeluh sakit perut, baru ketahuan bahwa dia aslinya seorang laki-laki.

RAKYATKU.COM - Hampir satu dekade menikah, wanita muda ini tak kunjung punya anak. Saat mengeluh sakit perut, baru ketahuan bahwa dia aslinya seorang laki-laki.

Wanita itu kini berusia 30 tahun. Sejak lahir dia tidak sadar sebagai laki-laki. Apalagi tanda-tanda fisik pada tubuhnya mencerminkan dia seorang perempuan. Termasuk alat kelaminnya.

Dia baru ketahuan seorang laki-laki saat mengeluh sakit perut bagian bawah. Dokter yang merawatnya menemukan bahwa dia secara biologis seorang pria yang menderita kanker testis.

Anehnya, saudara perempuannya yang berusia 28 tahun, yang menjalani tes yang sama juga didiagnosis dengan Androgen Insensitivity Syndrome. Suatu kondisi di mana seseorang dilahirkan secara genetis laki-laki, tetapi memiliki semua sifat fisik seorang wanita.

Warga Birbhum yang berusia 30 tahun, menikah selama sembilan tahun terakhir. Dia mengunjungi Rumah Sakit Kanker Netaji Subhas Chandra Bose yang berpusat di kota dengan rasa sakit yang parah di perut bagian bawah beberapa bulan lalu.

Dia diperiksa ahli onkologi klinis Dr Anupam Dutta dan ahli onkologi bedah Dr Soumen Das. Kedua dokter ini menemukan "identitas aslinya".

"Dari penampilannya, dia adalah seorang wanita. Mulai dari suaranya, payudara berkembang, alat kelamin luar normal, semuanya milik wanita. Namun, rahim dan indung telur tidak ada sejak lahir. Dia juga tidak pernah mengalami menstruasi," Dr Dutta kepada PTI.

"Ini adalah kondisi yang sangat langka dan dapat ditemukan satu dari setiap 22.000 orang," katanya.

Setelah laporan pengujian menyarankan bahwa orang tersebut memiliki "vagina buta", dokter memutuskan untuk melakukan uji Karyotyping atau memasangkan dan memesan semua kromosom.

Hasilnya, komplemen kromosomnya adalah XY. Bukan XX, seperti yang ditemukan pada seorang wanita.

"Kami melakukan pemeriksaan klinis setelah ia mengeluh sakit perut. Ternyata dia memiliki testis di dalam tubuhnya. Biopsi dilakukan, setelah itu ia didiagnosis menderita kanker testis, juga disebut seminoma," jelas Dr Dutta.

Saat ini, pasien sedang menjalani kemoterapi dan kondisi kesehatannya stabil.

"Karena testisnya tetap tidak berkembang di dalam tubuh, tidak ada sekresi testosteron. Hormon kewanitaannya, di sisi lain, memberinya penampilan seorang wanita," kata Dr Dutta.

"Orang itu telah tumbuh menjadi seorang wanita. Dia menikah dengan pria selama hampir satu dekade. Saat ini, kami menasihati pasien dan suaminya, menyarankan mereka untuk terus menjalani kehidupan sebagai mereka," katanya.