Jumat, 26 Juni 2020 09:01

Ditolak Poligami, Pengusaha Utus Karyawan Selingkuhi Istri agar Bisa Diceraikan Tanpa Biaya

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ditolak Poligami, Pengusaha Utus Karyawan Selingkuhi Istri agar Bisa Diceraikan Tanpa Biaya

Kasus tewasnya mahasiswi akhirnya terungkap. Ternyata suaminya yang seorang pengusaha jad aktor intelektualnya.

RAKYATKU.COM - Kasus tewasnya mahasiswi akhirnya terungkap. Ternyata suaminya yang seorang pengusaha jad aktor intelektualnya.

Kasus ini terjadi di sebuah desa di Governorat Dakahlia, utara Kairo. Kasus ini sempat bikin heboh di Mesir.

Korban berinisial EA, seorang mahasiswa berusia 20-an di Fakultas Seni. Awalnya, dia bermimpi menikah dan membangun keluarga. Tetapi itu berubah menjadi mimpi buruk. 

Dia ditemukan tewas di rumahnya, di desa Mit Antar, setelah pernikahan menghasilkan bayi berusia sembilan bulan.

Kisah tragis dimulai ketika polisi menerima laporan dari seseorang yang menyatakan bahwa dia menemukan istrinya terbunuh di dalam rumah mereka. Polisi datang ke tempat kejadian untuk penyelidikan.

Saat memeriksa kamera pengintai, polisi memperhatikan seseorang. Mengenakan niqab atau kerudung yang menutupi seluruh wajah dan tubuh, pergi ke kediaman korban. Orang berkerudung itu meninggalkan tempat beberapa saat setelah itu. 

Orang ini ternyata adalah seorang pria bernama Ahmed. Dia bekerja di sebuah toko pakaian milik suami EA.

Ternyata sang suami, Hussein, ingin menikahi wanita lain. EA menolak. Hussein memutuskan untuk menyingkirkannya tanpa kerugian materi.

Dia membuat skenario seolah-olah istrinya diperkosa sehingga dia bisa menceraikannya tanpa biaya.

Salah seorang karyawannya disuruh pergi ke rumah mereka dan memperkosa istrinya untuk membuktikan bahwa keduanya terlibat perselingkuhan.

Tetapi rencana jahat gagal. EA membela diri dengan berteriak keras. Teriakan itu membuat Ahmed takut. Pemerkosaan tidak sampai terjadi hingga EA meninggal di dekat bayinya, akibat cekikan.

Penuntutan publik Mesir pada hari Rabu memerintahkan suami dan kaki tangannya dititipkan dalam tahanan sambil menunggu persidangan.

Keduanya dituduh melakukan pembunuhan berencana setelah menciptakan insiden pemerkosaan dengan bantuan orang lain.