RAKYATKU.COM - Wali Kota Palopo Drs HM Judas Amir MH berdialog bersama unsur forkopimda dan tokoh masyarakat, Kamis (25/6/2020).
Dialog membahas kondisi keamanan dan ketertiban Kelurahan Temmalebba yang dilaksanakan di halaman kantor Lurah Temmalebba, Kecamatan Bara.
Wali Kota Palopo HM Judas Amir menyampaikan, peserta harusnya menempatkan dirinya sebagai tokoh. Diharapkan dapat memberikan sesuatu yang baik untuk lingkungannya.
"Karena itu setiap tokoh masyarakat dalam menyampaikan segala sesuatunya dengan bijak karena tidak ada peristiwa tanpa kekeliruan. Untuk itu marilah kita mencari solusi bersama agar hal ini tidak terjadi lagi ke depannya," kata Judas.
Wali kota juga menegaskan kepada semua tokoh masyarakat, jangan ada yang ikut dalam permasalahan. Sebaliknya, tempatkan diri sebagai orang tua atau panutan. Jika ini berjalan dengan baik, maka hal yang tidak diinginkan tidak akan terjadi lagi.
"Tentu hal yang baik itu kita implementasikan ke masyarakat," katanya.
"Oleh karena itu janganlah kita melakukan hal yang tidak ada manfaatnya. Jika yang satu keliru, yang lain jangan ikut keliru. Fungsikan RT/RW dengan baik," tambah wali kota.
Dia melanjutkan, "Kejadian ini merupakan kegagalan kita bersama. Mengapa hal ini terjadi? Karena kita lalai. Seharusnya kita memperingati sebelum hal ini terjadi, marilah kita bicara bersama mencari solusi. Berbicara dengan baik agar kekhawatiran masyarakat tidak terjadi lagi."
Pada kesempatan yang sama, Kapolres Kota Palopo, AKBP Alvian Nurnas, SH, SIK menyampaikan, semua kegiatan yang dilaksanakan kuncinya adalah aman.
Jika semua kegiatan sudah aman, semuanya dapat kita laksanakan dengan baik dan dengan aman juga kita dapat bekerja, anak-anak dapat sekolah, dan juga kita dapat silaturahmi dengan keluarga.
"Tapi jika lingkungan tidak aman, keluar pun kita khawatir. Aman ini bukan hanya tugas aparat keamanan tapi melibatkan seluruh stakeholder. Saling koordinasi. Kerja sama sehingga terbentuk kolaborasi sehingga niat kita bersama adalah menjaga keamanan," ujarnya.
Menurutnya, Indonesia adalah negara hukum. Segala tindakan yang melanggar hukum, ada sanksinya. "Jika ada laporan, tentu kita akan proses sesuai dengan hukum yang berlaku," tegasnya.
Dia juga berharap kasus ini jadi pelajaran bahwa jika melakukan sesuatu, pasti akan ada konsekuensinya. "Untuk itu, marilah kita menjaga Kota Palopo agar kota kita aman, nyaman, dan damai," lanjutnya.
"Kepada semua tokoh masyarakat dan seluruh stakeholder, marilah kita saling bersinergi agar semua dapat kita selesaikan bersama. Janganlah lakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum," tambahnya.
Ketua Pengadilan Negeri Palopo, Hasanuddin M, SH, MH juga mengajak semua pihak bersama-sama mencari solusi. Agar permasalahan ini dapat diselesaikan.
"Permasalahan ini juga muncul biasanya karena adanya motif lain seperti dendam yang terjalin cukup lama atau ada salah satu masalah yang meminta bantuan temannya sehingga ada aksi balas dendam," kata Hasanuddin.
Menurut dia, orang yang melakukan tindak pidana di masyarakat tidak lepas dari kegagalan orang tua dalam mendidik anaknya. "Sebaiknya jangan saling menyalahkan tapi bagaimana kita mengambil peran bagaimana kita menghindarinya," ujar dia.
"Marilah kita introspeksi diri menyelesaikan bersama dan berharap masalah yang terjadi dapat diselesaikan di tingkat camat, lurah, RT/RW jika memang sudah tidak bisa diselesaikan secara hukum," katanya.
Turut hadir dalam acara itu antara lain Sekretaris Daerah Kota Palopo Drs Firmanza DP, SH, MSi; Wakil Ketua II DPRD Kota Palopo, Irvan Majid, ST; Asisten I Bidang Pemerintahan Drs H Burhan Nurdin, MSi; Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palopo Taufik, SKep Ners; para lurah dan camat serta para tokoh masyarakat.
