RAKYATKU.COM - Sejak delapan tahun lalu, nama K Chandra mulai meredup seiring masa pensiunnya. Namun, kisah keberaniannya masih melekat di benak rekan-rekan dan anggotanya.
Chandra adalah mantan wakil kepala polisi di Bihar, India. Dia terkenal sebagai polisi pemberani. Dia terlibat dalam pengungkapan 65 kasus kriminal yang melibatkan gangster.
Dia seorang perwira pemberani selama 37 tahun masa jabatannya di Kepolisian Bihar. Siapa sangka, hidupnya berakhir dengan cara tragis. Dia menembak dirinya sendiri dengan pistol di kediamannya.
Chandra pensiun dari kepolisian delapan tahun lalu. Dia menderita depresi mental yang parah.
Anggota keluarga mengatakan, korban yang tinggal di Koloni Mitramandal Patna, mengunci diri di sebuah kamar di lantai pertama rumahnya. Lalu, menembak dirinya sendiri di kuil dalam kamar dengan pistol pada hari Selasa. Setelah diperiksa, pistol itu hanya berisi satu peluru.
Mendengar suara tembakan, anggota keluarga bergegas ke kamarnya, tetapi pintu terkunci dari dalam. Ketika mereka mendobrak pintu, mereka menemukan Chandra terbaring dalam genangan darah. Pistol terletak di dekatnya. Dia telah mati di tempat.
"Hanya satu peluru dimasukkan ke dalam pistol untuk menembak mati dirinya sendiri. Tampaknya kasus bunuh diri, tetapi kami sedang menyelidiki kasus ini dari semua sudut," kata perwira senior polisi Phuldeo Chaudhary.
Dia menambahkan bahwa korban dikenal sebagai polisi pemberani.
Rekan-rekannya di distrik Bhagalpur ingat, Chandra membawa traktor sendiri untuk membawa mayat para gangster.
Ketika polisi mengunjungi kediamannya setelah mendapatkan informasi tentang bunuh dirinya, mereka menemukan berbagai obat anti-depresi. Sebuah buku berjudul "Art of Living" ditemukan di atas meja dalam kamarnya.
Chandra meninggalkan dua catatan bunuh diri yang terpisah. Satu untuk polisi dan yang lainnya untuk anggota keluarganya dengan tulisan tangan yang jelas.
Dalam catatan bunuh diri yang ditujukan kepada polisi, korban menyebutkan bagaimana dia tidak tidur selama berbulan-bulan. Dia mengaku menderita depresi selama 16 tahun terakhir dan frustrasi dengan hidupnya.
Dia menyalahkan tetangganya karena memperparah depresinya dengan membuang pecahan batu bata di depan rumahnya. Itu menyebabkan genangan air setelah hujan. Halaman rumahnya jadi becek.
Dalam catatan bunuh diri kedua yang ditujukan kepada keluarganya, korban menceritakan secara rinci langkah-langkah yang harus diambil setelah kematiannya agar istrinya menerima pensiun keluarga.
Dia telah menyarankan keluarganya untuk menjaga nomor ponselnya berfungsi untuk berbagai keperluan seperti perbankan, pengiriman silinder untuk gas rumah, membayar tagihan listrik dan juga untuk mengajukan pengembalian pajak penghasilan.
"Ayah saya lebih kesal karena departemen tidak mengakui kontribusinya meskipun dia terlibat dalam sebanyak 65 kasus," kata putra korban, Nishchay Shreshtha seperti dikutip dari media India.
