Kamis, 18 Juni 2020 16:02

9 Sekolah Dasar di Luwu Utara Sudah Direhabilitasi Kementerian PUPR

Mulyadi Abdillah
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani saat meneken surat berita acara serah terima pengelolaan dan pemanfaatan rehabilitasi dan renovasi sarana dan prasarana dari Kementerian PUPR.
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani saat meneken surat berita acara serah terima pengelolaan dan pemanfaatan rehabilitasi dan renovasi sarana dan prasarana dari Kementerian PUPR.

9 sekolah di Kabupaten Luwu Utara secara resmi diserah terimakan Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulsel kepada Pemda Luwu Utara, pada Rabu (17/6) kemarin.

RAKYATKU.COM, LUWU UTARA - 9 sekolah di Kabupaten Luwu Utara secara resmi diserah terimakan Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulsel kepada Pemda Luwu Utara, pada Rabu (17/6) kemarin.

Serah terima pengelolaan dan pemanfaatan rehabilitasi dan renovasi sarana dan prasarana tersebut diterima Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani. Acara ini dipusatkan di UPT SDN 040 Radda, Kecamatan Baebunta.

Ke-9 sekolah tersebut yakni UPT SDN 040 Radda, SDN 225 Bantimurung, SDN 057 Uri, SDN 056 Balanalu, SDN 114 Uraso, SDN 098 Pongo, SDN 097 Rompu, SDN 106 Sepakat, dan SDN 184 Subur.

"Yang kita serah terimakan hari ini merupakan program tahun anggaran 2019. Awalnya, program ini dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan, hingga akhirnya melalui Rapat Kabinet bersama Bapak Presiden, Joko Widodo, diputuskan ditangani oleh Kementerian PUPR. Khusus tahun 2019 di wilayah II, terdapat 26 sekolah yang mendapat program rehab, terbanyak di Luwu Utara yakni 9 unit," ucap Perwakilan Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulsel, Azikin. 

Ditambahkan, Kabupaten Luwu Utara dalam dua tahun berturut-turut ini mendapat 'jatah' renovasi sekolah terbanyak di Provinsi Sulsel. "Tahun ini pun masih terbanyak di Sulsel, yaitu ada 13 unit yang sedang direhab. Adapun kriteria sekolah yang mendapat program ini yaitu kategori rusak berat, terdata di Dapodik, dan berada di wilayah 3 T," papar Azikin.

Penyelesaian renovasi sekolah tersebut, kata Azikin, tak lepas dari bantuan dari Pemkab Luwu Utara dan masyarakat setempat. "Meski saat proses rehab, situasi kompleks dan beragam, akses pun sulit, namun alhamdulillah dengan dukungan ibu bupati dan jajaran, program ini bisa dikerjakan sekira 4-5 bulan," tandasnya.

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani pun berharap, bantuan dari pemerintah pusat ini bisa semakin meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan. "Ini patut kita syukuri, sebab dengan adanya sarana pendidikan yang nyaman, layak, dan ramah, tentu akan menambah semangat belajar anak didik, sekaligus motivasi mengajar dari para guru," ucap Indah.

Tidak kalah pentingnya, lanjut Indah, yakni ada aset yang tidak ternilai di balik aset bangunan yang megah; yang harus dilindungi.

"Kita pastikan aset kita, usia pakainya dalam kondisi baik bisa lebih lama dengan cara dirawat, dipelihara, dan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Sebab dibalik aset bangunan yang megah ini, ada aset yang tidak ternilai; yang wajib kita lindungi, yaitu anak-anak kita sebagai generasi penerus bangsa," tutur IDP, akronim bupati.