RAKYATKU.COM - Mata Menka Rai sembap. Pipinya basah. Sambil memeluk erat putri kecilnya, dia mengusap-usap dadanya.
Keluarga berdatangan. Seluruh desa berkabung. Mereka menyatakan turut berbelasungkawa atas meninggalnya suami Menka Rai. Seorang tentara India yang bertugas di perbatasan China.
Sepanjang malam itu, orang-orang terus bertanya kapan jenazah suaminya tiba di rumah.
Penduduk desa yang berduka bahkan melewatkan makan malam mereka sebagai tanda penghormatan kepada korban.
Suasana duka itu terjadi di desa Dighra-Parsa di distrik Saran Bihar, India pada Selasa malam (16/6/2020). Tidak lama setelah seorang pejabat militer menelepon Menka Rai.
Pejabat militer itu mengabarkan bahwa suaminya, Sunil Kumar tewas tertembak dalam bentrokan dengan tentara China di perbatasan. Tepatnya di Ladakh.
Pejabat militer itu mengatakan, suami Menka Rai telah dengan gagah berani mengorbankan nyawanya dalam tugas mulia membela wilayah negara itu terhadap pasukan China.
Sebanyak 20 tentara India, termasuk seorang komandan, tewas dalam konflik itu, menurut laporan resmi.
Telepon yang Jadi Pengobat Duka
Pada Rabu (17/6/2020), jantung Menka Rai hampir copot. Dia menerima panggilan telepon. Pemanggil tertera "Sunil Kumar", suaminya. Bukannya suaminya sudah meninggal?
"Mama, jangan khawatir. Saya masih hidup!" katanya kepada istrinya.
Belakangan diketahui, prajurit bernama Sunil Kumar yang telah dinyatakan mati oleh pejabat militer, bukan suami Menka Rai. Ternyata orang lain dengan nama yang sama. Bahkan nama ayah mereka sama.
"Dia menelepon saya melalui telepon hari ini dan mengatakan dia masih hidup. Dia meminta saya untuk tidak khawatir ... Tuhan telah memberi saya hidup baru," kata Menka Rai.
Dia sangat bersyukur kepada Tuhan karena telah melindungi suaminya.
Direktur Direktorat Kesejahteraan Prajurit, juga, mengeluarkan pernyataan pers pada hari Rabu, mengatakan bahwa kesimpangsiuran terjadi karena kesamaan nama.
"Tentara syuhada bernama Sunil Kumar warga desa Bihta di distrik Patna, dan bukan distrik Saran," kata pernyataan pers yang dikeluarkan oleh pemerintah negara bagian, Rabu.
Menurut laporan, sebanyak tiga tentara dari Bihar tewas dalam bentrokan yang terjadi antara pasukan India dan China di Ladakh, Senin malam.
Salah satunya, Aman Kumar, warga Samastipur, menikah hampir setahun yang lalu. Sementara seorang prajurit lain, Kundan Kumar, menikah dua tahun yang lalu dan memiliki bayi perempuan berusia 17 hari.
